Kisah Perempuan Kanaan Ajarkan Ketekunan Berdoa
- 31 Mei 2026 19:05 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID TARAKAN - Ketekunan dalam menaikkan doa di tengah masa-masa sulit menjadi sorotan utama dalam siaran Religi Pagi Kristen RRI Tarakan, Minggu (31/05/2026).
Banyak orang Kristen yang sering kali merasa putus asa ketika permohonan yang disampaikan belum kunjung dikabulkan. Melalui khotbah Minggu ini, umat diajak untuk melihat kembali esensi dari sebuah ujian keyakinan yang diizinkan terjadi.
Pendeta Yeremia Tiroan menceritakan bahwa perjalanan iman dari perempuan Kanaan tidak berjalan dengan mudah ataupun instan. Pada awalnya, Yesus sama sekali tidak menjawab seruan permohonan dari perempuan tersebut yang terus berteriak meminta belas kasihan.
Bahkan, murid-murid Yesus yang berada di lokasi merasa terganggu dan meminta agar perempuan itu segera diusir pergi. Meskipun menerima penolakan awal yang cukup dingin, perempuan Kanaan tersebut terbukti sama sekali tidak menjadi patah semangat.
Ia tidak memilih mundur atau marah, melainkan terus mendekat, menyembah, dan memohon pertolongan dengan sangat luar biasa. Sikap pantang menyerah inilah yang kemudian menarik perhatian besar dan menyentuh hati Yesus yang terdalam.
Umat beriman diingatkan bahwa masa penantian dalam doa bukanlah tanda bahwa Tuhan telah melupakan atau tidak memedulikan penderitaan mereka. Sering kali, waktu tunggu tersebut merupakan sebuah proses pembentukan karakter agar rohani manusia menjadi semakin dewasa dan kokoh. Oleh karena itu, kesetiaan untuk tetap bertahan di dalam iman menjadi kunci utama yang harus dimiliki. "Iman tetap bertahan walaupun diuji," kata Pendeta Yeremia Tiroan.
Pendeta mendorong para pendengar untuk mencontohi ketekunan perempuan Kanaan yang tidak pernah berhenti berharap pada mukjizat. Khotbah ini memberikan penghiburan baru bagi jemaat yang sedang bergumul dengan berbagai macam persoalan hidup. (Renny)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....