Berkurban Lebih dari Sekadar Ritual Penyembelihan Hewan
- 11 Mei 2026 18:30 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Menjelang perayaan Idul Adha 2026 yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei, umat Islam diingatkan untuk tidak sekadar melihat kurban sebagai ritual tahunan.
Esensi kurban sejatinya adalah pendidikan kehidupan yang mencakup iman, keikhlasan, dan ketaatan mutlak kepada Allah SWT.
Ustaz Haji Sultan Halim, S.Ag., M.Pd., dalam siaran Religi Pagi RRI Tarakan, menekankan bahwa kurban adalah simbol ketaatan. Mengambil inspirasi dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, ketaatan tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata.
Menurutnya, Allah SWT tidak meminta umat Islam mengorbankan anak seperti Nabi Ibrahim. Namun, meminta pengorbanan dalam bentuk kesungguhan menjalankan perintah-Nya, seperti melaksanakan salat tepat waktu di tengah kesibukan kerja yang melelahkan.
"Bahwa salat tepat waktu adalah bentuk pengorbanan keinginan untuk istirahat demi memenuhi panggilan Tuhan. Saat tubuh merasa letih dan mengantuk di waktu Subuh, meninggalkan tempat tidur yang nyaman adalah wujud nyata semangat kurban masa kini," ungkapnya.
Selain itu, kejujuran juga merupakan bentuk pengorbanan. Berkata jujur terkadang terasa berat karena bisa berisiko pada kepentingan pribadi, namun di situlah letak ujian ketaatan seorang hamba terhadap perintah agamanya.
Ustaz Sultan juga menyoroti pentingnya menjaga lisan dan pandangan sebagai bagian dari nilai kurban harian. Hal-hal yang tampak ringan ini sering kali menjadi ujian terberat bagi konsistensi iman seseorang dalam menghadapi godaan duniawi.
Melalui ibadah kurban, umat diajarkan untuk selalu mendahulukan kehendak Allah di atas keinginan pribadi. Tanpa pengorbanan, tidak akan ada keberhasilan sejati, baik di dunia maupun dalam perjalanan menuju surga.
Ia mengingatkan bahwa surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu dan neraka dikelilingi oleh syahwat. Oleh karena itu, melawan kemalasan dan ego adalah bentuk kurban perasaan yang harus dilakukan setiap saat.
Ustaz Sultan berharap agar nilai-nilai kurban ini tidak hilang seiring berakhirnya hari raya, melainkan terus hidup dalam setiap interaksi sosial dan ibadah yang dilakukan setiap hari. (Renny)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....