Mengubah Cara Pandang: Cara Menemukan Nikmat dibalik Do'a yang Belum Terkabul

  • 01 Mei 2026 21:29 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan: Kehidupan manusia tidak pernah luput dari berbagai ujian, baik berupa do’a yang belum terkabul maupun beban hidup yang terasa berat. Menanggapi fenomena tersebut, Dra. Hj. Maryam, M.Si., menekankan pentingnya sikap sabar sebagai jembatan untuk mengubah keluhan menjadi rasa syukur dalam dialog Religi Pagi Islam di RRI Tarakan, Jumat (1/5/2026),.

Dalam tausiahnya, beliau menjelaskan bahwa kesabaran bukan sekadar menahan diri secara pasif, melainkan sebuah jalan aktif untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. Mengacu pada Surah Al-Baqarah ayat 153, ia mengingatkan umat beriman untuk memohon pertolongan melalui sabar dan shalat, karena sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang sabar. Menurutnya, saat seseorang bersabar, ia tidak sedang berjuang sendirian.

Lebih lanjut, beliau menyoroti bahwa keluhan sering kali muncul karena manusia terlalu fokus pada ekspektasi yang belum tercapai atau kekurangan yang dimiliki. Ia mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dengan melihat nikmat-nikmat lain yang masih ada.

"Sabar adalah kemampuan diri kita untuk menjaga hati agar tetap jernih saat keadaan tidak sesuai dengan ekspektasi," ujarnya dalam dialog tersebut.

Terkait dengan tantangan di era digital, Ustadzah Maryam memberikan peringatan khusus mengenai kebiasaan masyarakat yang kerap mengeluh di media sosial. Menurutnya, mengumbar persoalan pribadi atau keluarga di platform digital bukanlah solusi yang bijak dan justru bisa menjadi "mata pisau" yang memperburuk keadaan atau membuka aib sendiri. Ia menyarankan agar setiap keluh kesah diadukan langsung kepada Sang Pencipta, meneladani kisah Nabi Ayub A.S.

Ustadzah Maryam juga menegaskan bahwa sabar adalah tanda kekuatan jiwa, bukan kelemahan. Kekuatan ini terlihat saat seseorang mampu mengendalikan diri untuk tetap tenang ditengah amarah, atau memilih memaafkan saat disakiti. Ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu disertai dengan kemudahan, dan ujian merupakan cara Tuhan untuk mengangkat derajat hambanya.

Sebagai penutup, beliau mengajak umat untuk senantiasa mengganti ucapan keluh kesah dengan zikir dan istighfar. Dengan memperbanyak istighfar, hati akan terasa lebih lapang dan emosi tetap terkendali. Ia berharap agar setiap individu dapat menjadikan rasa syukur sebagai landasan dalam berperilaku dan berucap, karena Allah telah menjanjikan pahala tanpa batas bagi mereka yang mampu bersabar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....