Istiqomah Jadi Kunci Menjaga Iman dan Amal Saleh
- 01 Mei 2026 09:56 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Menjaga konsistensi dalam beribadah atau istiqomah menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim ditengah kesibukan dunia modern.
Dalam siaran Religi Pagi Islam di RRI Pro 1 Tarakan pada Rabu (29/4/2026), Dr. H. Abdul Basit menekankan bahwa istiqomah merupakan tolak ukur utama dari kualitas keimanan seorang hamba. Istiqomah bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan keselarasan antara keyakinan hati, ucapan, dan pembuktian melalui amal perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus.
Ia menjelaskan bahwa permohonan untuk tetap istiqomah sebenarnya selalu dipanjatkan umat Muslim dalam setiap rakaat shalat melalui potongan ayat Ihdinas shiraatal mustaqim dalam surah Al-Fatihah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hidayah dan kekuatan dari Allah SWT untuk tetap berada di jalan yang lurus.
Terkait cara membangun sikap istiqomah, Abdul Basit menyarankan agar setiap individu mulai memaksakan diri dalam menjalankan kewajiban, terutama ibadah yang bersifat wajib. Prinsip "ala bisa karena biasa," menjadi pembiasaan diri yang dimulai dengan paksaan lama-kelamaan akan terasa ringan dan berubah menjadi kebutuhan.
Sebagai contoh, penggunaan alarm untuk bangun shalat subuh merupakan langkah awal yang krusial sebelum akhirnya ibadah tersebut menjadi rutinitas yang ringan dilakukan.
Di era digital yang penuh dengan distraksi seperti penggunaan gawai dan media sosial, istiqomah menghadapi tantangan baru. Namun, Abdul Basit memandang bahwa teknologi seharusnya bisa menjadi sarana pendukung ibadah, bukan penghalang.
Keberadaan aplikasi jadwal shalat dan kumandang azan di ponsel pintar semestinya memudahkan umat untuk disiplin waktu, asalkan keimanan dalam diri merespons panggilan tersebut dengan segera.
Selain ketaatan pribadi, dialog ini juga menyoroti pentingnya merintis jalan kebaikan atau amal jariah.
Abdul Basit memperingatkan agar umat waspada terhadap "dosa jariah," yaitu tindakan atau inovasi buruk yang jika diikuti orang lain, maka pembuatnya akan terus mendapatkan kiriman dosa. Sebaliknya, sekecil apa pun amal saleh, seperti rutin mengisi kotak amal masjid setiap Jumat, jika dilakukan secara istiqomah, akan menjadi sesuatu yang sangat bernilai di hadapan Allah SWT.
Sebagai penutup, umat muslim yang mampu istiqomah dalam ketaatan, Allah menjanjikan ketenangan batin, perlindungan malaikat, serta kehidupan yang baik (hayatan thayyibah). Orang yang istiqomah tidak akan merasa takut atau khawatir dalam menjalani kehidupan karena mereka selalu merasa dalam pengawasan dan perlindungan Tuhan. Keistiqamahan inilah yang pada akhirnya akan membuahkan manis lezatnya iman di tengah berbagai cobaan zaman. (Sti)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....