Jejak Raden Ajeng Kartini: Dari Kegelisahan Jadi Perubahan

  • 21 Apr 2026 04:06 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Nama Raden Ajeng Kartini selalu jadi bagian penting dalam sejarah perjuangan perempuan di Indonesia. Lahir di Jepara pada 21 April 1879, Kartini tumbuh di lingkungan bangsawan Jawa yang masih sangat kuat memegang adat. Di balik kehidupannya yang terlihat “teratur”, ternyata ada banyak kegelisahan yang ia rasakan sejak muda.

Kartini sempat merasakan pendidikan di sekolah Belanda, sesuatu yang jarang didapat perempuan pada masa itu. Tapi, di usia 12 tahun, ia harus menjalani masa pingitan sebuah tradisi yang membatasi ruang gerak perempuan. Dari sinilah Kartini mulai mempertanyakan banyak hal, terutama soal kebebasan dan hak perempuan untuk belajar.

Di tengah keterbatasan itu, Kartini tidak memilih diam. Ia menyalurkan pikirannya lewat surat-surat yang ia kirimkan kepada teman-temannya di Belanda. Isi suratnya penuh dengan keresahan, harapan, dan mimpi tentang perempuan yang bisa hidup lebih bebas dan berpendidikan. Kumpulan surat tersebut kemudian dikenal luas melalui buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Pada masa itu, perempuan sering kali hanya diposisikan sebagai pelengkap dalam rumah tangga. Kesempatan untuk sekolah sangat terbatas, bahkan banyak yang tidak memiliki hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Kondisi inilah yang membuat Kartini semakin yakin bahwa perubahan harus dimulai, meski dari langkah kecil.

Kartini pun berusaha mewujudkan mimpinya dengan mendirikan sekolah bagi perempuan di Jepara. Baginya, pendidikan adalah kunci utama untuk membuka jalan menuju kebebasan berpikir dan masa depan yang lebih baik. Meski hidupnya singkat ia wafat pada usia 25 tahun gagasan yang ia tinggalkan terus hidup dan berkembang.

Kini, perjuangan Kartini terasa hasilnya. Perempuan Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berperan di berbagai bidang. Semua itu tidak lepas dari keberanian Kartini yang berani mempertanyakan dan melawan batasan di zamannya. Sebagai bentuk penghormatan, setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Lebih dari sekadar perayaan, momen ini jadi pengingat bahwa perubahan besar bisa berawal dari kegelisahan, dan suara kecil pun bisa membawa dampak yang luar biasa

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....