Jangan Skip Sahur! Ustaz Arman Ungkap Rahasia Berkah di Balik Makan Pagi

  • 25 Feb 2026 05:35 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Memasuki awal Ramadhan 1447 H, banyak umat Muslim yang masih menyepelekan amalan makan sahur. Ustaz Arman Aryadi, S.H., dalam tausiahnya di program Tauladan RRI Pro 2 Tarakan, menekankan bahwa sahur bukan sekadar soal mengisi perut agar kuat berpuasa, melainkan sarana menjemput keberkahan dari Allah SWT.

Ustaz Arman menyayangkan fenomena anak muda yang sering melewatkan sahur hanya karena menu yang kurang menggugah selera atau rasa kantuk yang berat. Padahal, Nabi Muhammad SAW secara tegas memerintahkan umatnya untuk bersahur karena di dalamnya terdapat "Barokah" atau tambahan kebaikan.

"Bukan menu makanannya yang kita kejar, tapi keberkahannya. Kalaupun tidak selera makan besar, paling tidak minumlah segelas air putih untuk mendapatkan kesunahan sahur tersebut," pesan Ustaz Arman kepada para pendengar Pro 2.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sahur memiliki aturan sunah tersendiri, yaitu takhirus sahur atau mengakhirkan waktu makan. Ia mengimbau agar masyarakat tidak makan sahur terlalu dini seperti jam 12 malam, karena hal tersebut dapat mengurangi semangat ibadah di siang hari akibat rasa lapar yang datang lebih cepat.

Ustaz Arman juga meluruskan perdebatan klasik mengenai waktu imsak. Menurutnya, imsak adalah bentuk kehati-hatian (ikhtiyat) agar seseorang memiliki jeda waktu untuk bersiap berhenti sebelum azan subuh berkumandang. Batas maksimal tetaplah fajar shadiq, namun imsak sangat dianjurkan untuk keamanan ibadah.

Bagi anak muda yang sulit bangun, Ustaz Arman menyarankan untuk membangun tekad yang kuat sejak sebelum tidur. Mengingat pahala di bulan Ramadhan dilipatgandakan, momen sahur seharusnya menjadi waktu yang sangat dinanti untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta melalui doa-doa mustajab.

Menutup tausiahnya, ia mengingatkan bahwa setiap detik di bulan Ramadhan sangat berharga. "Jangan sampai kita melewatkan keberkahan sahur hanya karena urusan sepele. Jadikan momen ini sebagai pondasi kekuatan fisik dan spiritual kita selama menjalankan puasa," pungkasnya.

Rekomendasi Berita