Ustaz Mukhsin Beberkan Ciri Mental Kering Spiritua
- 23 Feb 2026 21:24 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Fenomena kekeringan spiritual sering kali tidak disadari oleh masyarakat modern, padahal dampaknya sangat nyata pada kesejahteraan mental.
Ustaz Mukhsin, S.Ag., dalam Dialog Ramadan di RRI Tarakan, memaparkan ciri-ciri seseorang yang sedang mengalami penurunan kualitas batin atau "kering spiritual." Salah satu tanda utamanya adalah hilangnya gairah dan minat untuk beribadah.
Ia menjelaskan rasa malas yang berlebihan saat panggilan Tuhan sudah berkumandang, merupakan alarm bahwa ruhiah seseorang sedang membutuhkan "asupan" spiritual segera agar tidak semakin menjauh dari-Nya.
"Tanda lainnya adalah kurangnya rasa syukur. Seseorang cenderung hanya fokus pada materi dan melupakan nikmat non-materi seperti kesehatan dan ketenangan hati," tegasnya.
Hal ini sering kali berujung pada hilangnya harapan dan perasaan bahwa hidup hanyalah tentang penderitaan.
Muksin memberikan solusi praktis untuk mengisi kembali baterai spiritual yang melemah. Membuat jadwal rencana ibadah yang teratur dianggap sebagai separuh kemenangan. Dengan perencanaan yang matang, seseorang tidak akan kaget dalam menghadapi tantangan dunia.
Selain itu, ia menyarankan agar masyarakat memulai dari ibadah yang ringan dan kecil terlebih dahulu. Menjaga hubungan dengan teman yang baik juga sangat krusial karena lingkungan sosial sangat mempengaruhi semangat seseorang dalam menjaga nilai-nilai keimanan dan ketaatan.
Zakat dan sedekah juga disebut sebagai alat pembersih jiwa raga. Dibalik rezeki yang diterima, ada hak orang lain sebesar 2,5 persen yang harus dikeluarkan. Berbagi kepada sesama tidak akan mengurangi harta, justru akan mendatangkan ketawaduan dan ketenangan batin.
Ramadan ini, ia mengajak jemaah untuk menjadikan puasa sebagai pendidikan fisik dan mental. Mengistirahatkan organ tubuh dan merasakan lapar, manusia diajak berempati kepada mereka yang berkekurangan. Sekaligus mendekatkan diri kepada sang pencipta secara lebih intensif. (Bay/sti)