Sikap Moderat dalam Islam Kunci Keharmonisan
- 23 Feb 2026 16:15 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Bulan Ramadan menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Tarakan memperdalam pemahaman agama. Dalam program "Tauladan" di Pro 2 RRI Tarakan, Ustaz Haji Muhammad Imamul Hakim, LC. S.Q., menekankan pentingnya sikap moderat dalam beragama.
Menurutnya, keberagaman adalah keniscayaan yang harus disyukuri. Untuk itu, sikap moderat atau yang sering disebut dengan istilah wasathiyah merupakan jalan tengah dari keberagaman.
Ustaz Imam menjelaskan menjadi moderat berarti tidak terjatuh pada sikap ekstrem kanan yang kaku, namun juga tidak menjadi ekstrem kiri dalam menyepelekan atau meremehkan aturan agama. Sikap ini menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat yang damai dan toleran.
Ustaz asal Sumatera Utara ini memberikan contoh konkret mengenai perbedaan mazhab dalam salat, seperti pembacaan bismillah dan qunut. Ia menegaskan semua pendapat imam mazhab memiliki dalil yang kuat. Ketidaktahuan terhadap keragaman pendapat inilah yang sering kali memicu konflik antar umat.
"Jika kita mempelajari Islam secara menyeluruh, tidak akan ada orang yang merasa paling benar sendiri atau mudah menyalahkan orang lain. Pemahaman yang luas memungkinkan seseorang untuk tetap teguh pada keyakinannya namun tetap menghormati praktik ibadah orang lain yang berbeda," jelasnya.
Selain soal ibadah ritual, moderasi juga menyentuh aspek sosial di era digital. Menanggapi tren anak muda yang sering mengunggah aktivitas ibadah di media sosial, Ustaz Imam mengingatkan untuk tidak mudah berprasangka buruk (suudzon). Bisa jadi, unggahan tersebut diniatkan sebagai syiar untuk mengajak orang lain berbuat baik.
Ustaz Imam juga membagikan tips untuk menjaga hati agar tidak merasa lebih suci dari orang lain. Ia menyarankan agar umat muslim selalu melihat satu kebaikan pada orang yang kita anggap buruk, dan sebaliknya. Kemudian tetap fokus pada kekurangan diri sendiri meskipun kita merasa telah banyak berbuat baik. Hal ini bertujuan agar sifat sombong tidak tumbuh di dalam hati. (Kartini/sti)