Buat Aturan Ini, Agar Rapat Tidak Terasa Lama

  • 03 Nov 2025 11:31 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Rapat sering kali menjadi hal yang melelahkan bagi sebagian orang di tempat kerja. Tak jarang, agenda yang seharusnya singkat justru terasa berlarut-larut dan melelahkan. Salah satu alasannya adalah karena peserta rapat terdiri dari berbagai latar belakang dan pemikiran yang berbeda-beda, sehingga pandangan terhadap tujuan dan arah rapat pun kerap tidak sejalan.

Dalam buku The Communication Book: 44 Ide Strategis Untuk Komunikasi yang Lebih Baik karya Mikael Krogerus dan Roman Tschappeler, dijelaskan beberapa cara agar rapat bisa berjalan lebih efektif.

Kedua penulis tersebut merumuskan empat peraturan sederhana yang bisa membantu mengubah suasana rapat menjadi lebih fokus dan efisien.

Peraturan pertama disebut sebagai Peraturan Lima Belas Menit. Aturan ini menyarankan agar rapat tidak berlangsung lebih dari 15 menit. Waktu singkat ini mendorong peserta untuk langsung ke inti pembahasan dan menghindari pembicaraan yang tidak relevan. Dengan waktu terbatas, semua orang akan terdorong untuk berbicara seperlunya dan mendengarkan lebih aktif.

"Studi menunjukkan bahwa rata-rata orang fokus memerhatikan antara sepuluh hingga delapan belas menit," tulis Krogerus dan Tschappeler.

Peraturan kedua dikenal sebagai Peraturan Bertanya. Setiap peserta disarankan untuk tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga mengajukan pertanyaan yang relevan. Dengan cara ini, diskusi menjadi lebih dinamis dan semua pihak dapat memahami sudut pandang satu sama lain. Selain itu, kebiasaan bertanya dapat membantu menggali solusi yang lebih tepat atas suatu masalah.

Berikutnya adalah Peraturan Berdiri. Dalam aturan ini, semua peserta diminta untuk berdiri selama rapat berlangsung. Kedengarannya sederhana, namun efeknya cukup besar. Rapat yang dilakukan sambil berdiri cenderung lebih cepat dan efisien, karena peserta tidak akan berlama-lama membicarakan hal-hal di luar topik utama.

"Di Washington University, studi menunjukkan bahwa ketika berdiri, orang lebih sigap bereaksi dengan antusias. Sementara apabila duduk, mereka cenderung bersikap skeptis," tulis Krogerus dan Tschappeler.

Aturan keempat adalah Peraturan Ponsel. Selama rapat, seluruh peserta diimbau untuk tidak memegang atau menggunakan ponsel. Kebiasaan memeriksa pesan atau media sosial saat rapat sering kali mengganggu fokus dan menghambat jalannya diskusi. Dengan menyingkirkan ponsel, perhatian peserta dapat tertuju sepenuhnya pada topik yang dibahas.

Krogerus dan Tschappeler menegaskan bahwa keempat aturan tersebut tidak hanya membantu mempercepat durasi rapat, tetapi juga meningkatkan kualitas komunikasi antaranggota tim. Rapat yang efektif bukan diukur dari lamanya waktu, melainkan dari sejauh mana keputusan penting dapat diambil dengan jelas dan cepat.

Menerapkan empat aturan sederhana ini bisa menjadi langkah awal menuju budaya rapat yang lebih produktif. Dengan disiplin waktu, komunikasi terbuka, dan fokus yang terjaga, rapat tidak lagi menjadi beban, melainkan wadah untuk mencapai hasil terbaik bersama.

Rekomendasi Berita