Ciri-ciri Orang Beriman

  • 03 Jul 2025 22:59 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Dalam Religi Pagi Pro 1 Tarakan edisi rabu (2/7/2025) Ustadz Nasser Muhamad, S.Pd.I mengajak pendengar untuk mengenali dan mengukur kembali kadar keimanan masing-masing. Dalam tausiahnya, beliau menyampaikan bahwa menjadi muslim sejati bukan sekadar pengakuan, melainkan harus tercermin dalam perilaku dan ketundukan kepada perintah Allah SWT.

“Banyak diantara kita yang mengaku beriman kepada Allah SWT, mengaku sebagai seorang muslim, mengaku bertakwa kepada Allah, akan tetapi belum memahami tentang ciri-ciri keimanan yang sesungguhnya,” ungkap Ustadz Nasser membuka tausiah bertema ciri-ciri orang yang beriman.

Menurutnya, Al-Qur’an telah menjelaskan beberapa ciri orang yang benar-benar beriman. Ciri pertama adalah bergetarnya hati ketika nama Allah disebut. Ustadz Nasser menekankan bahwa getaran hati ini merupakan bentuk kesadaran spiritual akan keagungan dan kebesaran Allah SWT.

"Ketika disebut nama Allah, seharusnya muncul rasa takut, tunduk, dan keinginan untuk menjauhi larangan-Nya. Ketika ada perintah (dari Allah) seakan-akan, kitalah orang yang diperintahkan untuk melakukan itu. Dan ketika ada larangan, kitalah orang yang dituju oleh larangan itu," jelasnya.

Ciri kedua, lanjutnya, adalah bertambahnya iman saat mendengar ayat-ayat Allah. Orang beriman senantiasa merenungi isi Al-Qur’an, menjadikannya sebagai pedoman hidup, bukan hanya sebagai pajangan.

“Kalau kita tak tersentuh ketika Al-Qur’an dibacakan, itu pertanda hati kita tertutup. Padahal Allah telah menciptakan telinga dan hati untuk mendengarkan dan memahami ayat-ayat-Nya,” tegasnya.

Ciri ketiga adalah bertawakal kepada Allah dalam segala urusan, baik besar maupun kecil. Orang beriman menyerahkan sepenuhnya segala urusan hidupnya kepada Allah SWT, dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan rezeki dan pertolongan.

Dan yang terakhir, menurut Ustadz Nasser, adalah mendirikan salat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga ruang untuk mengadukan segala keluh kesah dan membangun komunikasi spiritual dengan Sang Pencipta.

Di akhir tausiahnya, Ustadz Nasser mengingatkan bahwa iman bukan hanya label atau formalitas belaka. “Ada istilah Islam KTP, yaitu sekadar tercantum dalam dokumen, tapi tidak hidup dalam diri dan perbuatan. Maka penting bagi kita untuk terus menumbuhkan iman lewat tadabur Al-Qur’an dan salat yang khusyuk,” pungkasnya.

Religi Pagi ditutup dengan pesan reflektif bahwa iman harus terus dijaga, ditingkatkan, dan diamalkan dalam keseharian. Sebab keimanan sejati adalah yang hidup dalam hati dan tercermin dalam amal perbuatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....