Hikmah Ibadah Qurban yang Perlu Anda Tahu

  • 21 Mei 2025 06:51 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Menjelang idul adha 1446 H, semangat berkurban kembali menggema ditengah masyarakat. Namun, lebih dari sekadar menyembelih hewan, ibadah kurban menyimpan hikmah yang begitu dalam. Hal inilah yang diulas dalam wawancara bersama Ustadz Harmin S.Pd dalam Dialog Religi Pagi Pro 1 RRI Tarakan.

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu,” – QS. Al-Hajj: 37.

Dari ayat tersebut, Ia menegaskan bahwa bukan darah dan daging yang sampai kepada Allah, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Kurban adalah ibadah hati, dan semangatnya terletak pada keikhlasan dan pencarian ridha Ilahi.

Selain sebagai bentuk ketakwaan, kurban juga merupakan wujud rasa syukur atas nikmat hidup yang masih terus Allah berikan. "Kita sudah diberi umur, rezeki, dan kesehatan, maka mana bentuk syukurnya?" tanya Ustadz Harmin retoris. Kurban menjadi simbol syukur atas nikmat tersebut, sebagaimana salat adalah syukur atas nikmat jasad.

Tak hanya itu, kurban juga merupakan bentuk penghidupan ajaran para nabi, khususnya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Saat diperintah untuk menyembelih putranya, Ibrahim menunjukkan ketundukan yang luar biasa. Ismail pun menunjukkan ketaatan tanpa syarat. Inilah pelajaran agung tentang cinta, pengorbanan, dan kepatuhan total kepada perintah Allah. Bahkan peristiwa itu kemudian menjadi asal mula disyariatkannya melempar jumrah saat haji, ketika Iblis mencoba menggoda Ibrahim agar mengurungkan niatnya.

Kurban juga mengajarkan keseimbangan antara ruh dan jasad. Daging yang disembelih bukan hanya dibagi untuk sesama, tapi juga mencerminkan kebutuhan fisik manusia akan gizi. “Karena memang tubuh kita ini, kata dokter, butuh zat-zat yang ada pada daging,” terang Ustadz Harmin. Maka, kurban pun tidak sekadar membawa manfaat sosial, namun juga kesehatan.

Diakhir Dialog Religi Pagi, Ustadz Harmin menekankan bahwa walaupun kurban dihukumi sunnah menurut mayoritas ulama, ia tetap sangat dianjurkan. Lewat ibadah qurban, diharapkan umat Islam tidak lagi memandangnya sebatas rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum peningkatan iman, takwa, dan solidaritas sosial. Kurban bukan semata urusan sembelih-menyembelih, melainkan soal hati yang tunduk kepada Ilahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....