Dedikasi Nursyahida dalam Pendidikan di Daerah Perbatasan
- 30 Apr 2025 10:13 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan : Spada Pro2 Tarakan kembali menghadirkan narasumber yang sangat inspiratif. Kali ini Spada menghadirkan Nursyahida, S.Pd., Gr seorang guru dari perbatasan Indonesia - Malaysia.
Nursyahida menceritakan awal perjalanannya menjadi seorang guru yang awalnya tidak ingin menjadi guru, namun akhirnya Nursyahida mengikuti saran orang tuanya.
"Sebenarnya saya tidak ingin menjadi seorang guru. Itu guru adalah keinginan orang tua, jadi saya waktu itu penginnya jadi bidan. Karena orang tua lebih paham bagaimana saya, keseharian saya seperti apa, waktu itu disarankan untuk jadi guru." Jelas Nursyahida.
Perjalanannya menjadi guru perbatasan pun tidak mudah awalnya ia mengalami kesulitan dalam memahami kebutuhan siswa, namun Nursyahida tidak patah semangat hingga akhirnya ia fokus pada menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan memotivasi siswa, dan mengedukasi anak-anak pesisir dengan literasi dan kegiatan membaca yang menarik.
Selain aktif mengajar Nursyahida juga aktif di beberapa kegiatan lain seperti aktif di taman baca dan komunitas literasi, dan mendirikan TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di Sebatik bekerja sama dengan komunitas lokal dan BI (Bank Indonesia).
Beberapa penghargaan juga pernah diraih oleh Syahida diantaranya prestasi nasional dalam kegiatan CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah meski latar belakang guru biologi.
Ibu Nursyahida menjadi contoh sosok yang menginspirasi dengan komitmen dan dedikasinya dalam pendidikan serta mengajak untuk memulai perubahan dari mana saja, bahkan dari tapal batas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....