Ekspor Pertanian Perlu Ditingkatkan Saat Rupiah Melemah

  • 18 Apr 2025 10:17 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Salah satu jurus cara untuk menguatkan kembali nilai tukar rupiah adalah meningkatkan ekspor. Sementara ekspor yang bisa ditingkatkan adalah sektor pertanian dan perikana. Hal itu disampaikan Akademisi Ekonomi UBT, DR margiyono, SE, M.Si Sepanjang pekan ini, rupiah lemah melawan dolar AS. Nilai tukarnya anjlok, sampai menyentuh Rp 17.000 per dolar AS.

Dalam perdagangan Jumat (18/4/2025), rupiah memang sudah sedikit menguat. Angkanya sudah meninggalkan Rp 16.837 per dolar AS. Namun, upaya untuk menguatkan rupiah tidak boleh berhenti. Makanya, peningkatkan ekspor harus terus dilakukan.

Margiyono mengakui, ekspor produk pertanian tidak mudah. Banyak regulasi yang harus ditempuh Namun, dia memandang hal itu sudah tidak masalah. Buktinya, Indonesia pernah mengekspor jagung, beras jenis tertentu, bawang merah, buah-buahan, telur, ayam, dan yang lainnya ke berbagai negara.

Margiyono menambahkan, kenaikan dolar AS tidak selalu menjadi musibah. Kenaikan itu juga bisa menjadi berkah. Asalkan dimanfaatkan dengan baik. Dia lalu mengenang krisis moneter 1998. Meski saat itu rupiah begitu anjlok, banyak petani justru mendapat berkah. Tidak hanya dibidang pertanian, bidang perikanan pun bisa mendapatkan keuntungan.

"Jika harga udang yang awalnya hanya Rp 60 ribu per kilogram, naik hampir tiga kali lipat menjadi Rp 150 ribu per kilogram. Kenaikan itu didorong dolar yang mencapai Rp 16.000 per dolar AS. Semua masyarakat pesisir dan petani kita merasakan betul (berkahnya). Banyak yang menjadi kaya," ujar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....