Mengenal Kaidah Laa Dharara Wa Laa Dirara dalam Keseharian
- 25 Feb 2025 20:58 WIB
- Tarakan
KBRN, Tarakan: “Janganlah memberikan kemudaratan pada diri sendiri, dan jangan pula memudarati orang lain”, begitulah kutipan hadits dari kitab karya Imam Nawawi al-Arba’in al-Nawawiyah. Ustadz Harmin S.Pd, dalam kesempatan Dialog Interaktif Religi Pagi Pro 1 Tarakan edisi kamis (20/2/2025) menerangkan maksud dari kaidah Laa dharara wa laa dirara tersebut.
“Ini kaidah yang sangat penting. Memang kalimatnya singkat, tetapi dia mencangkup banyak hal-hal. Laa dharara, tidak boleh membahayakan diri pribadi, wa laa dirara, tidak boleh membahayakan orang lain. Ini kaidah singkat dalam agama kita, tapi dia merupakan kaidah yang sangat penting,” jelas Ustadz Harmin.
Ustadz Harmin mencontohkan kaidah tersebut dalam keseharian. Misalnya saat berkendara, kita dianjurkan agar memakai helm yang sesuai standar demi keselamatan pribadi dan juga orang lain. Begitu pun dengan cara membawa kendaraan.
“Banyak anak-anak balapan, ugal-ugalan, akhirnya dia nabrak ibunya orang, nabrak suaminya orang. Akhirnya mencelakakan orang lain,” ujar Ustadz Harmin mencontohkan.
Hadits Laa Dharara Wa Laa Dirara ini menjadi kaidah pokok yang menjadi prinsip dalam banyak hal, seperti hukum, muamalah, juga hidup keseharian bersama orang lain. Poinnya yaitu menghindari kerusakan atau bahaya dalam segala bentuk dan macamnya.
“Contohnya tadi, seseorang naik motor balap-balapan. Atau naik mobil, ugal-ugalan. Ya memang kamu tidak ada niat untuk mencelakai atau membunuh orang, tapi tindakan balap-balapanmu, dengan ugal-ugalan di jalan, itu bisa mencelakakan orang lain. Tindakanmu ketika kecepatan tinggi, itu bisa mencelakakan orang lain,” imbuh Ustadz Harmin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....