Kiat Istiqomah di Jalan Kebaikan

  • 27 Jan 2025 12:40 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Istiqamah ialah sikap teguh dan konsisten dalam menjalankan perintah Allah, meskipun banyak tantangan dan godaan yang menghadang. Istiqamah bukan hanya tentang keteguhan dalam beribadah, tetapi juga dalam menjaga prinsip hidup yang benar, baik dalam perkataan maupun perbuatan.

Untuk mencapai istiqamah, dibutuhkan komitmen yang kuat dan usaha yang terus-menerus agar tetap berada di jalan yang benar. Namun, menjalani kehidupan dengan istiqamah tentu tidak mudah, karena godaan dunia dan ujian hidup bisa datang kapan saja. Karena itulah, dibutuhkan kiat-kiat demi tertanamnya sikap istiqamah dalam keseharian.

Dalam Religi Pagi Pro 1 Tarakan edisi kamis (23/1), Ustadz Harmin, S.Pd menerangkan kiat-kiat yang bisa diterapkan dalam keseharian, demi tercapainya sikat istiqamah dalam tutur kata dan berperilaku.

“Diantara kiat-kiat untuk bisa istiqomah yang pertama, dan ini yang paling pokok, yaitu berdoa kepada Allah. Diantara doa yang terbaik adalah meminta istiqomah. Hendaknya kita fokuskan meminta doa yang terbaik, dalam kondisi terbaik, dan berdoa dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah,” tutur Ustadz Harmin, memulai tausiyahnya.

Salah satu ujian dalam istiqamah adalah rasa bangga dengan amal perbuatan yang kita lakukan. Maka, kiat berikutnya agar tetap istiqamah, menurut Ustadz Harmin yaitu kita tidak bangga diri dengan apa yang telah kita raih.

“Betapa banyak orang yang diawalnya berjalan di jalan yang lurus, namun diujung hayatnya ia berbelok. Ini berbahaya, banyak dulu orang-orang yang ketika dia masih muda, dia punya idealisme, tidak boleh gini, berantas korupsi, dan lain sebagainya. Tapi ketika sudah menjabat kadang dia berakhir dengan baju orange, karena dia tidak istiqomah. Atau banyak orang rajin sholat, dia terkena masalah sedikit, langsung dia putus asa dan lain sebagainya. Dia maunya kehidupan itu tidak ada,” jelas Ustadz Harmin berkaitan dengan kiat yang kedua.

Lalu, kiat berikutnya agar tetap istiqamah diantaranya berteman dengan orang-orang yang baik. Teman yang saleh dapat menjadi sumber motivasi dan pengingat kita untuk tetap konsisten dalam menjalankan kebaikan. Pergaulan yang baik akan membantu kita untuk tetap istiqamah dalam tujuan yang benar. Namun tentu, harus ada ruang penerimaan di hati kita, ketika teman kita melakukan kesalahan.

“Kita bersabar bersama mereka karena kita tahu juga, kalau orang soleh pun tidak ada yang sempurna. Ustadz juga ada yang mungkin tidak sempurna, mungkin dia ada yang kurang dari segi berbicaranya kurang sopan, mungkin ada kekurangannya. Orang-orang baik juga tidak ada yang sempurna. Kalau kita menuntut orang sempurna seratus persen, berarti kita bukan berarti mau hidup di dunia. Karena kita di dunia tidak ada yang ,” terang Ustadz.

Kiat berikutnya yang tidak kalah penting, tambah Ustadz Harmin, yaitu menjauhi segala bentuk penyimpangan. Kita perlu berhati-hati dalam menjaga diri dari segala bentuk penyimpangan, baik dalam akidah, ibadah, maupun perilaku. Hindari terpengaruh oleh hal-hal yang dapat merusak keimanan atau menjauhkan kita dari jalan yang benar.

“Ini preventif, jadi jauhi segala bentuk penyimpangan,” tutup Ustadz Harmin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....