Dua Konsep Takdir yang Perlu Dipahami

  • 19 Jan 2025 13:35 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Dalam Islam, takdir merujuk kepada ketentuan Allah yang telah ditetapkan bagi setiap makhluk-Nya. Ia adalah perkara yang telah Allah tentukan sebelum kejadian sesuatu dalam kehidupan kita.

Pada program Religi Pagi Pro 1 Tarakan edisi sabtu (18/1), Ustadz Drs. H. Sutiyono, menerangkan dua macam takdir. “Pada dasarnya takdir itu ada dua macam. Yang pertama takdir mubrom, yang kedua takdir muallaq.”

Takdir mubrom merujuk kepada takdir yang telah ditetapkan oleh Allah dan tidak dapat diubah atau diganggu gugat oleh siapa pun. Ini adalah perkara-perkara yang bersifat tetap dan pasti berlaku mengikut ketetapan Allah.

“ Contoh takdir yang tidak bisa diubah seperti kita lahir dari bapak dan ibu yang mana, kita tidak bisa upayakan. Kita lahir menjadi laki atau perempuan, tidak bisa diupayakan. Kita lahir dari bangsa apa, tidak bisa upayakan.Ini takdirnya Allah yang tidak bisa diubah,” jelas Ustadz Sutiyono.

Lalu takdir muallaq ialah ketentuan Allah yang masih terbuka untuk berubah atau dipengaruhi oleh tindakan manusia. Dalam takdir ini, Allah memberikan ruang untuk manusia berusaha, berdoa, dan bertawakal untuk merubah keadaan mereka.

“Sementara takdir muallaq, takdir yang bisa diubah itu bisa sesuai dengan apa yang kita perbuat. Dalam hal ini, Rasulullah Muhammad s.a.w. telah bersabda tentang upaya agar kita usianya panjang dan rizkinya banyak,” lanjut Ustadz Sutiyono.

Takdir menjadi tanda kebesaran Allah yang Maha Mengetahui. Takdir mubram menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak, sementara takdir muallaq menunjukkan rahmat Allah yang memberi peluang kepada manusia untuk berusaha dan berdoa bagi meraih kebaikan. Walau apa pun takdir yang dihadapi, umat Islam diajar untuk menerima dengan sabar dan bertawakal kepada Allah, kerana segala sesuatu yang berlaku adalah yang terbaik menurut ketetapan-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....