Teknologi Modern Sepak Bola, Menilik Sejarah Lahirnya VAR

  • 08 Jul 2026 22:21 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Sepak bola modern tidak lagi sama sejak kehadiran teknologi Video Assistant Referee atau yang lebih populer dikenal sebagai VAR. Teknologi peninjau video ini telah menjadi standar wajib di berbagai kompetisi elite dunia, setelah melalui perjalanan panjang dari keresahan atas keputusan-keputusan krusial wasit yang keliru.

Cikal bakal VAR dimulai pada awal dekade 2010-an lewat proyek "Refereeing 2.0" yang digagas oleh Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Dorongan untuk menerapkan teknologi semakin kuat menyusul banyaknya skandal keputusan wasit di panggung internasional, salah satunya gol Frank Lampard di Piala Dunia 2010 yang tidak disahkan meski bola telah melewati garis gawang.

Melihat urgensi tersebut, Badan Regulasi Sepak Bola Internasional (IFAB) akhirnya memberikan lampu hijau untuk uji coba resmi pada tahun 2016. Pertandingan kompetisi cadangan di Amerika Serikat menjadi laga pertama yang mencicipi sistem ini, sebelum akhirnya FIFA menerapkan VAR pertama kali di turnamen resmi Piala Dunia Antarklub 2016 di Jepang.

Momen pembuktian terbesar VAR terjadi di Piala Dunia 2018 Rusia. FIFA mencatat akurasi keputusan wasit melonjak hingga 99,3% selama turnamen berlangsung. Keberhasilan di Rusia langsung memicu gelombang adopsi massal oleh liga-liga top Eropa seperti Serie A, Bundesliga, La Liga, hingga Premier League Inggris.

Sesuai protokol IFAB, tim VAR yang berada di ruang kendali layar tidak bisa mengintervensi seluruh jalannya laga. Mereka hanya boleh membantu wasit utama dalam empat momen krusial.

Pertama, proses terjadinya gol atau tidak gol, keputusan penalti, pelanggaran berpotensi kartu merah langsung dan kasus salah identifikasi pemain oleh wasit.

Memasuki tahun 2026, teknologi ini terus berevolusi. Sepak bola kini telah mengadopsi Semi-Automated Offside Technology (SAOT) atau Teknologi Offside Semi-Otomatis yang menggunakan sensor di dalam bola dan kamera pelacak tubuh. Inovasi ini berhasil memangkas waktu pengambilan keputusan secara signifikan.

Meski kehadirannya kerap memicu perdebatan hangat di kalangan suporter terkait drama penundaan waktu, VAR terbukti telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga integritas dan keadilan di lapangan hijau modern. (Bayu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....