Kenalkan, Ramang Striker Garuda Repotkan Kesebelasan Raksasa Sovyet

  • 15 Nov 2024 21:34 WIB
  •  Tarakan

KBRN, Tarakan: Saat ini bisa jadi fans timnas garuda Indonesia tidak mengenal sosok Andi Ramang. Andi Ramang yang dijuluki si kancil ini adalah seorang striker timnas Indonesia tahun 50-an. Aslinya ia adalah pemain dari PSM Makassar.

Andi Ramang juga telah diakui FIFA sebagai sosok penting dalam sejarah sepak bola di Indonesia, FIFA pernah membuat film tentang kehebatan Andi yang dirilis secara khusus di laman resminya.

Andi Ramang lahir pada 24 April 1924 di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Ia kemudian menikah di usia 18 tahun lalu memutuskan untuk pindah ke Makassar.

Sebelum menjadi pemain sepak bola yang terkenal, Andi sempat merasakan pahitnya kehidupan. Ia bekerja serabutan mulai dari jadi tukang becak hingga kernet truk untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Setelah dua tahun di Makassar dan bekerja serabutan, Andi mendapat panggilan klub Persis atau Persatuan Sepakbola Induk Sulawesi atau Coution Voetbal Bond untuk mengikuti kompetisi PSM.

Ia bermain cukup sukses bersama Persis. Ramang mencetak tujuh gol dan membuat dirinya langsung direkrut oleh PSM. Kariernya semakin cemerlang dan mulai naik ke level nasional pada tahun 1952.

Di tahun yang sama, Ramang mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia menggantikan Sunar Arland, seniornya yang berhalangan karena sakit. Ketika bergabung dengan skuad Timnas, Andi berstatus sebagai pemain bek kanan menggantikan Sunar.

Pelatih Timnas saat itu, Tony Pogacnik tidak merasa puas dengan Andi yang bermain pada posisi bek kanan. Hal ini dikarenakan posturnya yang kecil, ia pun digeser posisinya menjadi striker atas permintaan Maladi, pengurus PSSI saat itu.

Benar saja, posisi Andi sebagai striker langsung terjawab. Ia berhasil mencetak tiga gol pada pertandingan internal.

Sejak pergeseran posisinya menjadi striker, Andi Ramang pun menjadi beringas dan menjadi striker yang paling ditakuti di Asia. Hebatnya, ketika Indonesia melakukan uji coba di beberapa negara Asia, Andi mencatatkan 19 gol ke gawang lawan.

Momen yang paling monumental adalah ketika Ramang hampir saja menjebol gawang milik Lev Yashin kesebelasan Uni Sovyet pada laga final Olimpiade di Melbourne, dengan skor akhir 0-0, namun Indonesia dibantai 4-0 pada keesokannya saat laga ulang.

Kemudian, Timnas Indonesia juga hampir selangkah lagi tembus putaran final Piala Dunia 1958 di Swedia setelah menang atas China dengan skor 5-4. Tiga gol dicetak Andi Ramang. Namun, Indonesia pada akhirnya menolak melawan Israel yang akhirnya lolos ke Swedia.

Sampai sekarang, nama Andi Ramang masih melekat di ingatan para penggemar klub PSM Makassar. Bahkan, PSM yang memiliki julukan Juku Eja ini kerap dikenal dengan Pasukan Ramang.

Andi Ramang Wafat pada tahun 1987 pada usia 63 tahun karena sakit di paru-parunya tanpa bisa berobat ke rumah sakit karena terhalang biaya. Untuk mengenang jasanya, telah dibuatkan patung dirinya yang berada di kawasan Pantai Losari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....