Harapkan Pembangunan PLTA Sungai Kayan Segera Rampung
- 12 Des 2023 17:39 WIB
- Tarakan
KBRN, Tanjung Selor : CEO PT Green Ammonia Indonesia dan PT Hydrogen Power Indonesia, Supriyadi mengharapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan segera rampung.
PT Green Ammonia Indonesia dan PT Hydrogen Power Indonesia merupakan dua perusahaan yang siap menggunakan energi listrik PLTA Sungai Kayan untuk mengoperasikan pabrik yang akan didirikan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning dan Mangkupadi.
Suplai energi Listrik dari PLTA Sungai Kayan dinilai selaras dengan produk yang dihasilkan dari kedua pabrik tersebut yang mengutamakan industri hijau (green industry). Karena itu, pihaknya menunggu rampungnya pembangunan PLTA Sungai Kayan.
“Kita enggak boleh duluan, kalau kami duluan, kami enggak ada suplai Listrik yang PLTA, kami enggak bisa nyolok ke PLN karena itu nanti produknya bukan green. Jadi kami harus selalu koordinasi yang bagus dengan tim KHE,” ujar Supriyadi.
“Kami, tenan, sangat berharap ini segera selesai dan tidak perlu khawatir siapa penggunanya. Karena di sini 9 ribu megawatt untuk siapa? Ternyata kami, tim industri, sangat berharap ini menjadi yang pertama di Indonesia bahkan ASEAN. Bahwa kita nancap bendera, kita sudah mulai dengan industry hijau,” harap Supriyadi ditemui awak media usai menghadiri syukuran dan doa bersama di lokasi PLTA Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Tanjung Selor, Bulungan, Minggu (12/12/2023).
Untuk tahap pertama pihaknya membutuhkan 300 MW untuk PT Green Ammonia Indonesia ammonia dan 300 MW untuk PT Hydrogen Power Indonesia.
Dari kedua pabrik tersebut, ia menargetkan bisa memproduksi 1 juta ton dan diproyeksikan menjadi yang terbesar di dunia. Penggunaan ammonia dan hidrogen menjadi batu loncatan masa depan. Hidrogen sendiri bisa menjadi bahan bakar kendaraan.
Sebagai contoh, perusahaan mobil Toyota asal Jepang tidak lagi konsen terhadap mobil listrik, tetapi mobil yang berbahan bakar hidrogen.
Ammonia juga banyak dicari negara Jepang dan Korea karena menggunaannya sangat memperhatikan lingkungan atau zero emition.
PT Green Ammonia Indonesia sendiri merupakan perusahaan yang telah memproduksi amonia di Bontang yang sudah beroperasi 20 tahun. Di mana sebagian besar di ekspor. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....