Minim Curah Hujan, Delapan Hektare Lahan di Tarakan Terbakar dan Ancam Pemukiman

  • 06 Okt 2026 15:32 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu munculnya sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tarakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat setidaknya ada tiga titik kebakaran lahan yang ditangani sejak pertengahan pekan lalu.

Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep, mengungkapkan bahwa sebagian besar insiden kebakaran terkonsentrasi di wilayah Tarakan Timur dan Tarakan Utara akibat tingginya aktivitas berkebun warga. Salah satu titik terdampak cukup parah berada di kawasan Kelurahan Amal.

"Kalau dari tengah minggu lalu sampai masuk minggu ini, tercatat ada tiga titik kebakaran lahan. Terakhir yang kemarin itu terjadi di Amal," kata Yonsep saat dikonfirmasi, Senon (5/10/2026).

Penanganan api di lapangan diakui cukup menantang lantaran vegetasi semak belukar yang kering serta hembusan angin kencang membuat api cepat meluas dan mendekati area pemukiman warga.

Guna memadamkan api, tim gabungan bergerak cepat melintas medan yang sulit.

"Proses pemadaman semak-semak ini beda dengan hutan biasa karena disertai angin. Apalagi di Amal, akses masuk ke dalam cukup sulit dan harus dibersihkan dulu agar bisa menjangkau titik api. Kemarin kita dibantu rekan-rekan dari TNI AL, TNI AD, Lanud, serta tim PMK," terang Yonsep.

Secara akumulatif, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 8 hektare. Karhutla ini turut menimbulkan kerugian bagi para petani setempat karena membakar tanaman produktif seperti cabai, pepaya, hingga tanaman tahunan.

Yonsep menyebutkan salah satu pemicu munculnya api di lahan seluas 1,5 hektare di antaranya berasal dari kelalaian pemilik kebun saat membersihkan sisa pangkasan tanaman.

"Metode pembersihan tradisional dengan menumpuk sisa tanaman yang kering itu sangat rentan. Api bisa terbang tertiup angin dan melompat ke titik lain. Ini butuh kehati-hatian ekstra dari warga," tambah Yonsep.

BPBD Tarakan mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca masih minim hujan.

Ketersediaan tampungan air di sekitar lokasi pertanian seperti di kawasan Sungai Kuli terbukti menjadi faktor krusial yang membantu petugas dan warga mencegah dampak kebakaran yang lebih meluas. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....