Jaga Rupiah di Perbatasan, KPwBI Kaltara Gelar ERP
- 06 Okt 2026 15:32 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara mempertegas komitmennya dalam menjaga kedaulatan mata uang nasional di kawasan terluar.
Melalui program Ekspedisi Rupiah Perbatasan (ERP) 2026, BI Kaltara menyasar wilayah strategis di perbatasan Indonesia-Malaysia, yakni Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, pada 28 hingga 30 September 2026.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan uang layak edar sekaligus memperluas akses perbankan dan literasi keuangan bagi warga di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terpencil).
Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, menegaskan pentingnya ketersediaan Rupiah di kawasan perbatasan bukan sekadar untuk transaksi ekonomi, melainkan sebagai bentuk penegakan kedaulatan negara.
"Rupiah adalah simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lewat ERP, kami hadir memastikan masyarakat perbatasan mendapatkan uang Rupiah yang layak edar sekaligus paham pentingnya Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta waspada terhadap potensi peredaran uang palsu," ujar Agus Taufik.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ERP 2026 mengusung kolaborasi perdana bersama Forum Sinergi BOTASUPAL Kaltara yang melibatkan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) dan Kejaksaan, serta didukung penuh oleh Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Malaysia dan Pemkab Nunukan.
Dalam ekspedisi ini, BOTASUPAL memberikan edukasi hukum serta cara mengenali keaslian uang kertas untuk membentengi warga perbatasan dari ancaman tindak pidana pemalsuan uang. Sementara itu, personil Satgas Pamtas turut mendampingi guna memperkuat rasa nasionalisme warga di garis terdepan nusantara.
Guna merespons terbatasnya akses perbankan di wilayah tersebut, BI menyelenggarakan layanan kas keliling untuk penukaran Uang Layak Edar (ULE) sesuai prinsip clean money policy.
Rangkaian kegiatan edukasi juga menyasar berbagai lapisan masyarakat—mulai dari pelajar SMKN 1 Desa Sanur, pengusaha sawit, pedagang, hingga anggota PKK. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan QRIS, Pelindungan Konsumen, hingga Kebanksentralan.
Tak hanya fokus pada uang kartal dan literasi keuangan, BI Kaltara bersama Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menggelar Pasar Murah Kebutuhan Pokok. Program ini hadir untuk membantu menjaga keterjangkauan harga pangan dan menekan pasokan bahan pokok bagi warga perbatasan yang memiliki keterbatasan akses transportasi. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....