Asap Kiriman Selimuti Langit Tarakan, Jarak Pandang Anjlok 1.500 M

  • 05 Okt 2026 18:24 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Langit di Tarakan kembali diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (5/10/2026).

Sejak pagi hari, kabut tebal berwarna keabu-abuan menyelimuti hampir seluruh wilayah kota, membuat matahari tidak terlihat jelas. Bahkan kondisinya juga mendung.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mencatat, jarak pandang sempat turun drastis hingga hanya 1.500 meter pada pagi hari, dan siang ini sedikit membaik menjadi 2.000 meter.

Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengatakan, kabut tersebut dipastikan bukan berasal dari wilayah lokal Kalimantan Utara, melainkan kiriman dari provinsi lain.

"Jarak pandang tadi pagi sempat 1.500 meter, sekarang 2.000 meter. Setelah saya cek sebaran asap pagi ini, asalnya memang dari Kalimantan Tengah, anginnya mengarah ke Kalimantan Utara," ujar Khilmi saat dihubungi RRI, Senin (5/10/2026).

Khilmi menjelaskan, berdasarkan pantauan citra sebaran asap BMKG, asap tebal meluas dari Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga mencapai sebagian wilayah Kalimantan Utara meliputi Tarakan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), sebagian Bulungan dan perairan Kaltara.

Ia menegaskan, kondisi ini berbeda dengan beberapa hari terakhir yang cukup clear. Pada hari-hari sebelumnya sebaran asap hanya terpaku di wilayah Kalbar dan belum sampai ke Kaltara. Untuk kondisi hotspot atau titik panas di Kaltara sendiri, saat ini nihil.

"Sedangkan untuk hotspot sendiri di Kalimantan Utara saat ini nihil. Jadi memang asap ini berasal dari provinsi lain yang saat ini masih banyak jumlah hotspotnya," tegas Khilmi.

Terkait dampak terhadap penerbangan, Khilmi menyebut jarak pandang 1.500 meter sudah masuk kategori mengganggu aktivitas penerbangan. Pihaknya terus mengupdate informasi jarak pandang secara berkala kepada pihak AirNav dan Kantor Otoritas Bandara.

"Kalau jarak pandang 1.500 meter ini mengganggu untuk penerbangan. Biasanya ada standar minimal jarak pandang yang mereka (penerbangan) gunakan. Kami terus informasikan perkembangan jarak pandang ini kepada pihak terkait," kata Khilmi.

Sementara untuk kualitas udara, berdasarkan pantauan dari website Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, kualitas udara Tarakan saat ini masih berada pada kategori sedang dengan angka 73.

Artinya, tingkat kualitas udara masih dapat diterima terhadap kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan, namun masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap disarankan menggunakan masker.

"Saran kami untuk masyarakat yang beraktivitas di luar rumah menggunakan masker," imbau Khilmi.

BMKG berharap kondisi segera membaik seiring dengan perubahan arah angin dan berkurangnya hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....