Pemilik Tambak Soroti Perawatan Bibit Mangrove
- 05 Okt 2026 17:58 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Program rehabilitasi mangrove di kawasan tambak masih menghadapi tantangan dalam hal perawatan bibit. Petambak Tarakan, Bismark Sanusi, menyebut sebagian bibit mangrove mengalami kematian karena ukurannya masih terlalu kecil saat terkena air tambak.
Ia mengatakan, proses penanaman mangrove sebenarnya tidak terlalu sulit karena petambak mendapatkan pendampingan. Namun, persoalan muncul pada tahap perawatan, terutama ketika ketinggian air tambak membuat bibit mangrove terendam.
Menurutnya, bibit yang digunakan saat ini masih berukuran sekitar 20-30 sentimeter. Kondisi tersebut membuat daun bibit berpotensi terendam ketika tambak diisi air, sehingga meningkatkan risiko kematian tanaman.
“Kalau bisa, yang tinggi itu kira-kira satu meter. Jadi kalau diisi air di tambak, itu batangnya tidak tenggelam. Karena kalau ini terkadang tenggelam, itulah yang menyebabkan banyak yang mati,” ujarnya.
Bismark berharap ke depan penggunaan bibit mangrove berukuran lebih tinggi dapat dipertimbangkan agar tanaman lebih mampu bertahan terhadap kondisi air di tambak.
Selain persoalan teknis, ia juga menilai sosialisasi kepada petambak perlu diperkuat dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter dan budaya masyarakat setempat. "Komunikasi yang baik penting untuk menghilangkan kekhawatiran petambak sekaligus meningkatkan penerimaan terhadap program rehabilitasi mangrove," tuturnya. (Jafar)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....