Kemenag Kaltara Jadikan Kesaktian Pancasila Sebagai Kekuatan Pengabdian

  • 02 Okt 2026 09:10 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Utara, semangat persatuan menjadi fondasi penting bagi aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan yang adil. Dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, Pancasila bukan sekadar lima sila yang dihafalkan, tetapi nilai yang hidup dalam setiap sikap dan pengabdian.

Semangat tersebut mengemuka dalam Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara, Kamis, 1 Oktober 2026. Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Kepala Kanwil Kemenag Kaltara diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Mansur, bertindak sebagai pembina upacara. Ia mengatakan bahwa tema Hari Kesaktian Pancasila memiliki keterkaitan dengan tugas ASN Kementerian Agama.

“Pancasila harus kita hadirkan dalam setiap pelaksanaan tugas bagi ASN Kementerian Agama, persatuan bukan hanya sebuah slogan. Tetapi harus diwujudkan melalui pelayanan yang tidak membeda-bedakan, menghargai keberagaman, serta membangun kerukunan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki ruang pengabdian yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Mulai dari pelayanan keagamaan, pendidikan, pembinaan umat, hingga penguatan kerukunan antarumat beragama.

“ASN harus menjadi contoh dalam menjaga persatuan, kita bekerja dengan semangat BerAKHLAK, melayani dengan hati, menjaga integritas. Dan memastikan setiap program pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Mansur juga mengaitkan semangat Hari Kesaktian Pancasila dengan pelaksanaan Asta Protas Kementerian Agama. Berbagai program prioritas Kemenag pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan penguatan kehidupan beragama yang rukun.

“Asta Protas menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kerja nyata. ASN tidak cukup hanya memahami nilai Pancasila, tetapi harus mampu menerjemahkannya dalam program, pelayanan, dan kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, semangat persatuan harus menjadi energi bersama dalam menjalankan berbagai program prioritas Kementerian Agama di Kalimantan Utara, terlebih Kaltara merupakan wilayah yang memiliki keberagaman agama, suku, budaya, serta karakteristik wilayah perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....