Rahmawati Zainal Tampilkan Wastra Bulungan di Parade Kriyanusa 2026
- 01 Okt 2026 19:10 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Wastra khas Bulungan dibawa ke panggung nasional.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., tampil mengenakan batik bermotif khas Bulungan yang dipadukan dengan topi khas Dayak dalam Parade Wastra Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (30/9/2026).
“Ini bukan sekadar menampilkan busana, tetapi membawa identitas dan kekayaan budaya Kaltara, khususnya Bulungan, ke panggung nasional. Kita ingin masyarakat luas melihat bahwa wastra daerah kita memiliki karakter dan nilai yang kuat,” tegas Rahmawati.
Penampilannya menjadi bagian dari Parade Wastra yang diikuti 32 peserta dalam rangkaian penutupan Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan ragam wastra dan kriya daerah kepada masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia. “Kita harus berani memperkenalkan produk dan identitas daerah di ruang yang lebih luas. Jangan sampai kekayaan budaya yang kita miliki hanya dikenal di daerah sendiri,” ujarnya.
Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung pada 26–30 September 2026 turut dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurahman beserta istri, Ketua Harian Dekranas Ny. Tri Tito Karnavian, serta anggota Seruni Kabinet Merah Putih.
Pameran ini menghadirkan 410 stan dengan melibatkan 257 peserta dari Dekranas, Dekranasda, kementerian dan lembaga, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Rahmawati mengungkapkan, pengembangan wastra dan kriya Kaltara tidak boleh berhenti pada kegiatan pameran. Pembinaan perajin harus dilakukan secara berkelanjutan agar produk yang dihasilkan mampu memenuhi tuntutan pasar tanpa kehilangan identitas budaya.
“Perajin harus terus kita bina. Kualitas, kreativitas dan inovasi harus meningkat, tetapi identitas budaya jangan sampai hilang. Itu yang menjadi kekuatan produk kita,” katanya.
Peningkatan kualitas produk harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari bahan baku, teknik produksi, desain, pewarnaan hingga pengemasan. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual sekaligus memperluas akses pasar.
“Kalau ingin bersaing, produk kita harus terus diperbaiki. Bahan baku, desain, pewarnaan sampai kemasan harus diperhatikan. Jangan hanya mengandalkan nama budaya, tetapi kualitas produknya juga harus kuat,” tegas Rahmawati.
Dalam Kriyanusa 2026, Dekranasda Kaltara turut memperkenalkan sejumlah produk khas daerah, seperti anyaman rotan, singal, tenun dan batik motif Kaltara. Kehadiran produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas promosi kriya Bumi Benuanta di tingkat nasional.
Rahmawati menilai potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk membuka pasar yang lebih besar bagi para perajin dan pelaku UMKM. Kriya daerah memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara serius dan konsisten.
“Kita ingin kriya Kaltara tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan mampu masuk ke pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Rangkaian Kriyanusa 2026 ditutup Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Mendagri menekankan besarnya potensi kerajinan Indonesia yang perlu terus dikembangkan dari sisi kualitas, kreativitas dan pemanfaatannya untuk mendukung perekonomian masyarakat.
Bagi Rahmawati, keikutsertaan Kaltara dalam Kriyanusa 2026 menjadi momentum untuk memperkuat promosi sekaligus membuka ruang lebih luas bagi perajin daerah.
Identitas budaya harus berjalan beriringan dengan inovasi agar wastra dan kriya Kaltara mampu bertahan sekaligus berkembang. “Target kita jelas, wastra dan kriya Kaltara harus semakin dikenal. Kita jaga identitas budayanya, kita tingkatkan kualitasnya, dan kita buka seluas-luasnya peluang pasarnya. Jangan sampai kekayaan budaya kita hanya menjadi pajangan, tetapi harus tumbuh dan memberikan manfaat bagi perajin serta masyarakat,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....