KBC Tumbuhkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Cinta Tanah Air

  • 01 Okt 2026 08:45 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Madrasah di Kalimantan Utara (Kaltara) terus didorong untuk menjadi ruang tumbuh yang aman, positif, dan penuh nilai. Sekaligus memberikan pembinaan kepada anak untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak, peduli kepada sesama, dan mencintai tanah air.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Utara Muh. Saleh, Rabu, 30 September 2026, menyampaikan bahwa pendidikan harus mampu membentuk manusia secara utuh. Semangat itulah yang dihadirkan melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di sejumlah madrasah di Kalimantan Utara.

“Anak-anak kita tidak cukup hanya menjadi pintar. Mereka harus tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, memiliki kepedulian, mampu menghargai perbedaan, dan membawa kemaslahatan bagi lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan KBC menjadi semakin relevan bagi Kalimantan Utara yang memiliki karakter wilayah perbatasan dan masyarakat yang beragam. Madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai keagamaan sekaligus membangun karakter kebangsaan sejak dini.

“Di wilayah perbatasan, kita ingin anak-anak tumbuh dengan kecintaan yang kuat kepada tanah air. Mereka harus bangga menjadi bagian dari Indonesia, menghargai keberagaman, dan memiliki semangat untuk ikut membangun daerahnya,” katanya.

Ia menambahkan, penerapan KBC menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan pendidikan madrasah yang berkualitas sebagaimana semangat Asta Protas Kementerian Agama. “Kita ingin generasi madrasah tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan kepada Indonesia,” jelas Muh. Saleh.

Diharapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bukan sekadar tentang bagaimana sebuah pelajaran disampaikan. Lebih jauh, ia berbicara tentang bagaimana pendidikan mampu menyentuh hati peserta didik.

“Seorang anak mungkin lupa pada sebagian pelajaran yang pernah diterimanya di bangku sekolah. Tetapi pengalaman ketika ia merasa dihargai, didengarkan, dibimbing, dan dipercaya, dapat menjadi sesuatu yang dibawanya hingga dewasa,” ucapnya.

Begitu pula dengan rasa cinta kepada tanah air, tidak selalu lahir dari kata-kata besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Menghargai perbedaan, menjaga lingkungan, mencintai budaya, menjaga persatuan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....