BKK Tarakan Dorong Digitalisasi Buku Kesehatan Kapal
- 30 Sep 2026 13:36 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tarakan mendorong implementasi digitalisasi buku kesehatan kapal. Hal itu menjadi pembahasam dalam Sosialisasi dan Diseminasi Kekarantinaan Kesehatan serta Forum Konsultasi Publik di Ruang Pertemuan BKK Tarakan, Jalan Mulawarman, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kualitas pelayanan kekarantinaan kesehatan serta memperkuat sinergi para pemangku kepentingan.
Kepala BKK Kelas I Tarakan, Acub Zaenal Amoe, menegaskan bahwa digitalisasi harus memberi manfaat nyata bagi program kekarantinaan di wilayah perbatasan. Bahkan merupakan tindak lanjut rekomendasi tahun lalu.
"Kita tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tapi juga bagaimana digitalisasi bisa diimplementasikan untuk mendukung program kekarantinaan kesehatan di perbatasan," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Tim Kerja BKK Tarakan, Wahyu Handoyo, bahwa buku kesehatan kapal menjadi satu-satunya dokumen dalam aplikasi Sinkarkes yang belum mengusung konsep layanan digital.
"Pada aplikasi Sinkarkes, dokumen pada layanan kapal yang belum mengusung konsep layanan digital adalah buku kesehatan kapal," katanya.
Karena itu, aplikasi tersebut kini terus disempurnakan. "Dengan disempurnakannya aplikasi ini, maka Buku Kesehatan Kapal Elektronik diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik, baik oleh pengguna jasa maupun pelaksana layanan, yakni UPT kami di Balai Kekarantinaan Kesehatan," jelas Wahyu.
Melalui forum ini, BKK Kelas I Tarakan berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga pelayanan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk negara, khususnya di wilayah perbatasan, dapat berjalan lebih efektif, modern, dan akuntabel. (Dinda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....