Posko Ditutup, Korban Terima Bantuan Logistik hingga Uang Sewa Rumah

  • 21 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Pasca kebakaran di RT 16 pada Jumat (18/9/2026), Kelurahan Karang Rejo bersama BPBD dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan mendirikan posko pengungsian yang berlokasi di rumah kuliner, sekitar 100 meter dari titik kebakaran.

Musibah itu sendiri menghanguskan 5 bangunan. Di antaranya 3 rumah milik pribadi dan 1 bangunan merupakan rumah petak yang terdiri dari 4 pintu kontrakan milik warga.

Untuk meringankan beban korban, pihak kelurahan telah mendirikan posko pengungsian sejak Jumat sore dan beroperasi selama 3 hari.

Lurah Karang Rejo, Sugeng Utomo menjelaskan, selama di posko, korban mendapat bantuan awal berupa matras, selimut, terpal dari BPBD, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan.

Selain itu, warga terdampak juga mendapatkan makanan siap saji dari Baznas dan LAZIS Muhammasiyah sebanyak 360 bungkus yang dibagikan pagi, siang dan sore.

*Pada saat itu kita langsung distribusikan bantuan dari BPBD berupa matras sama selimut. Kemudian juga dari Baznas sudah distribusikan makanan cepat saji. Jadi makanan yang sudah jadi," ujar Sugeng Utomo, Senin (21/9/2026).

Posko juga menerima 77 kresek pakaian layak pakai, 17 dus air mineral, peralatan dapur, family kit, hingga popok dan susu bayi karena terdapat ibu hamil dan 2 balita di antara korban. Bantuan tersebut sudah disalurkan juga kepada korban.

Kemudian menerima donasi berupa uang tunai yang digunakan untuk sewa rumah sementara. Berdasarkan data Kelurahan Karang Rejo, donasi berhasil dihimpun hngga Sabtu malam (19/9/2026) mencapai Rp 11.150.000.

Donasi tersebut disalurkan untuk santunan sewa rumah Rp 1.500.000 per KK untuk 2 bulan dan telah disalurkan kepada setiap kepala keluarga. Termasuk yang memilih tinggal di rumah keluarganya, tetap diberikan dalam bentuk uang tunai.

9 KK sudah mendapatkan bantuan dan telah mendapat tempat tinggal sementara, baik mengontrak maupun tinggal di rumah saudara. Satu KK terakhir masih bertahan di posko menunggu proses pindah.

Sugeng menyebut, salah satu donatur yang langsung membantu adalah Anggota DPD RI dapil Kaltara, Herman, yang menanggung satu bulan uang sewa.

Posko pengungsian ditutup pada Senin (21/9). Namun Kelurahan Karang Rejo tetap membuka penerimaan bantuan di kentor kelurahan.

Bantuan yang paling dibutuhkan korban saat ini adalah kompor gas, tabung gas, dan seragam sekolah untuk anak-anak korban. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....