Dua Jam Baru Padam, Dua Rumah Dinas Guru Terbakar
- 20 Sep 2026 15:13 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Dua unit rumah dinas guru SDN 003 Tanjung Palas di Jalan AMD RT 008, Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, terbakar pada Minggu (20/9/2026).
Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, AIPDA Hadi Purnomo mengungkapkan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.30 WITA dan menghanguskan dua bangunan yang selama ini berstatus kosong atau tidak dihuni.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh Elia, seorang warga setempat yang rumahnya berada di sekitar lokasi kejadian. "Saksi baru pulang dari ibadah ketika melihat api sudah membesar dari bangunan rumah dinas guru tersebut," kata Hadi.
Melihat kondisi itu, saksi langsung mengetahui adanya kebakaran dan informasi kemudian diteruskan kepada warga serta pihak terkait untuk mendapatkan penanganan. Petugas kepolisian bersama masyarakat langsung bergerak membantu proses pemadaman.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran api menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi, mengingat rumah dinas yang terbakar berada berdekatan dengan permukiman warga. “Begitu mendapat informasi, personel langsung melakukan tindakan di lapangan, termasuk membantu proses pemadaman dan melakukan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran. Penanganan dilakukan bersama warga agar api tidak semakin meluas,” jelas Hadi.
Menurutnya, proses pemadaman melibatkan enam unit armada pemadam kebakaran. Tiga unit berasal dari PMK Tanjung Selor dan tiga unit lainnya dari PMK Tanjung Palas. Sinergi antara warga, kepolisian dan petugas pemadam membuat kobaran api akhirnya dapat dikendalikan.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WITA. Setelah api dinyatakan padam, petugas kemudian melakukan pendataan, meminta keterangan saksi serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman,” bebernya.
Hadi menegaskan, dua bangunan yang terbakar merupakan rumah dinas guru milik SDN 003 Tanjung Palas yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Karena tidak ada penghuni di dalam bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
“Untuk korban jiwa nihil. Dua rumah dinas yang terbakar memang dalam kondisi kosong dan tidak dihuni saat kejadian. Untuk kerugian material sampai saat ini masih dalam pendataan,” katanya.
Sementara, mengenai penyebab kebakaran, kepolisian belum menarik kesimpulan. Dugaan yang berkembang di tengah masyarakat menyebut api kemungkinan berasal dari puntung rokok yang diduga ditinggalkan anak-anak yang kerap berada di sekitar bangunan tersebut.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas informasi awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran. “Kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Dugaan yang disampaikan masyarakat masih perlu didalami dan tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta. Petugas masih mengumpulkan keterangan dan informasi di lapangan,” tegas Hadi.
Ia menjelaskan, kondisi fisik bangunan juga menjadi salah satu faktor yang membuat api cepat membesar. Kedua rumah dinas tersebut diketahui merupakan bangunan berbahan kayu yang sudah cukup lama dan sebagian kondisinya telah lapuk, sehingga ketika terkena api kobaran dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan.
“Bangunan terbuat dari kayu dan kondisinya sudah lama, sehingga ketika terjadi kebakaran api cepat membesar. Karena itu, kecepatan respons warga dan petugas pemadam sangat penting untuk mencegah api merambat ke bangunan lain,” ungkapnya.
Selain membantu proses pemadaman, kepolisian juga melakukan sejumlah langkah penanganan di lokasi. Personel melakukan pendataan, meminta keterangan saksi, mengamankan situasi serta berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran dan pemerintah kecamatan guna memastikan penanganan berjalan dengan baik.
“Kami juga meminta keterangan dari saksi yang pertama kali melihat kejadian. Informasi dari saksi menjadi bagian dari bahan pendalaman untuk mengetahui bagaimana awal mula kebakaran tersebut terjadi,” pungkas Hadi. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....