Penanganan Batubara di Depan UBT Masih Tunggu Kajian Tim Ahli dan Kementerian

  • 18 Sep 2026 13:52 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan — Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat menangani baru bara aktif yang masih menyala di Jalan Amal Lama tepatnya di depan Kampus Fakultas FKIP Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Langkah penanganan komprehensif kini tengah disiapkan agar persoalan tersebut tidak terus berulang dan membahayakan fasilitas publik.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep menegaskan Wali Kota Tarakan telah membagi peran secara spesifik kepada jajaran instansi teknis.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) bertindak sebagai pelaksana teknis pengerjaan. Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pengawasan dan analisis sifat batubara. Sedangkan BPBD fokus pada pendampingan serta mitigasi bencana di lapangan.

Menurut Yonsep, penanganan titik batubara tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berdasarkan indikasi awal, kedalaman lapisan batubara di lokasi tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 8 meter. Sehingga membutuhkan kajian teknis mendalam dari tim ahli dan koordinasi bersama Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

"Untuk batubara ini sedang dilakukan kajian, karena Pak Wali maunya tuntas total. Kita harus tahu berapa luas potensinya dan sifat pembakarannya. Secara teknis di PU, kontrol analisis di DLH, dan BPBD berada di posisi mitigasi pengerjaan serta pendampingan," ujar Yonsep, Senin (14/9/2026).

Mengingat lokasi berada di dekat fasilitas vital yaitu kampus UBT, puskesmas, dan jalur ekonomi warga, Pemkot Tarakan telah mengambil tindakan pengamanan sementara. Area terdampak kini sudah dilokalisir total dan disterilkan dari aktivitas masyarakat.

Selain itu, rekayasa arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Amal telah diberlakukan. Jalur kendaraan dialihkan sementara melalui rute alternatif di belakang kawasan Pantai Ratu Intan menuju kantor kelurahan setempat.

"Saat ini lokasi sudah dilokalisir dan steril dari aktivitas masyarakat. Jalan sudah diputus dan dialihkan jalurnya. Nanti hasil kajian teknis ini juga akan kita laporkan ke Kementerian untuk menentukan metode pemadaman permanen yang paling tepat," jelas Yonsep.

Yonsep memastikan penanganan akan terus dilakukan secara intensif hingga sumber api di bawah permukaan tanah benar-benar padam secara permanen. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....