Lahan Terbakar Capai 80 Hektare, Petani Diimbau Buat Tampungan Air Mandiri

  • 18 Sep 2026 08:06 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan aktivitas warga di Kota Tarakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat akumulasi luasan lahan yang terbakar sepanjang tahun 2026 ini telah mencapai 80 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep menjelaskan total luasan tersebut berasal dari 36 titik kejadian kebakaran yang tersebar di wilayah Tarakan. Kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur menjadi area yang paling terdampak. Titik kebakaran paling parah tercatat berada di kawasan Juata Permai dengan luasan mencapai 16 hektare.

"Data yang kita punya dari 36 titik kejadian kebakaran ini sudah memakan luas sekitar 80 hektare di Kota Tarakan. Lokasi paling banyak di Kecamatan Utara dan Timur. Yang paling besar itu di kawasan Juata Permai, itu ada sekitar 16 hektare," ujarnya, Senin (14/9/2026).

Yonsep menambahkan dampak karhutla tidak hanya merusak kawasan semak belukar dan gambut tetapi juga merembet ke area perkebunan serta pemukiman warga. Tercatat sedikitnya dua unit bangunan pondok kebun dan fasilitas kandang ayam milik warga sempat tersambar kobaran api sebelum akhirnya berhasil dilokalisir oleh petugas gabungan.

Mempertimbangkan kondisi yang masih minim curah hujan, Yonsep mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Struktur tanah di Tarakan yang cenderung berpasir dan kering membuat lahan sangat rentan terbakar.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD mendorong kelompok tani di setiap kawasan rawan untuk membuat kolam penampungan air mandiri serta menyiagakan mesin pompa air portabel.

"Kita mengimbau dan mendekati kelompok tani agar mereka bisa memikirkan sumber air, seperti kolam. Seksekaligus untuk menyiram tanaman atau pelihara ikan. Jadi kalau ada kejadian awal, mereka bisa menangani dengan mesin portabel sebelum api meluas," ujar Yonsep.

Ia juga mengharapkan penanganan karhutla dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan potensi api dapat dipadamkan hingga ke lapisan bawah tanah. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....