TP PKK Bulungan Gencarkan Ecobrick, Sampah Plastik Tak Boleh Jadi Ancaman Lingkung

  • 18 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Sampah plastik yang sulit terurai menjadi persoalan lingkungan yang tidak bisa terus dibiarkan.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bulungan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong masyarakat mengubah limbah plastik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat melalui pengolahan ecobrick.

Gerakan tersebut digelar dalam rangka Gerakan Tanggap Tangguh Bencana melalui kepedulian terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Kamis (17/9/2026), di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Edukasi ini diarahkan agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, terutama lingkungan keluarga.

Staf Ahli TP PKK Kabupaten Bulungan Martina Kilat, menegaskan ecobrick menjadi salah satu cara sederhana untuk mengendalikan limbah plastik yang sulit terurai dan berpotensi mencemari lingkungan.

“Tujuan utama pengolahan sampah dengan ecobrick adalah mengamankan dan memperpanjang usia limbah plastik yang sulit diurai agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Martina.

Ia mengatakan, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan lingkungan ketika limbah sudah menumpuk.

Pengurangan dan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga dengan mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan limbah plastik.

“Pengelolaan sampah membutuhkan kepedulian dan keterlibatan bersama. Ini harus dimulai dari keluarga, karena sampah yang kita hasilkan setiap hari juga berasal dari lingkungan rumah tangga,” tegasnya.

Menurut Martina, ecobrick dapat menjadi langkah praktis untuk mengelola plastik yang sulit terurai.

Limbah tersebut dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali sehingga tidak langsung dibuang dan berakhir mencemari lingkungan.

“Kita tidak ingin sampah plastik hanya dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Harus ada upaya untuk mengelolanya agar tidak menjadi beban dan ancaman bagi lingkungan,” katanya.

Program tersebut merupakan bagian dari kerja Pokja 4 TP PKK Kabupaten Bulungan melalui Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Kepedulian terhadap lingkungan menjadi salah satu indikator yang didorong melalui gerakan tersebut.

Tidak hanya soal sampah, pemantauan lingkungan juga mencakup keberadaan bank sampah dan jumlah anggotanya, penggunaan Sistem Pembuangan Air Limbah (SPAL), kejadian banjir, ketersediaan tempat sampah desa atau kelurahan, jumlah rumah sehat hingga kejadian luar biasa (KLB).

Martina menegaskan, seluruh indikator tersebut harus dipandang sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat sekaligus lingkungan yang lebih siap menghadapi berbagai risiko.

Kebersihan lingkungan tidak boleh dipisahkan dari ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.

“PHBS dan kepedulian terhadap lingkungan bukan kegiatan sesaat. Ini harus menjadi kebiasaan yang dilakukan terus-menerus, karena lingkungan yang bersih dan sehat merupakan bagian dari keluarga yang tanggap dan tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Ia berharap sinergi TP PKK dan DLH tidak berhenti pada edukasi di Desa Salimbatu.

Praktik pengelolaan sampah melalui ecobrick diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat.

“Kita ingin kegiatan ini menghasilkan perubahan nyata. Masyarakat tidak hanya mengetahui cara mengolah sampah, tetapi benar-benar melakukannya. Sampah plastik harus dikelola dari sekarang agar tidak menjadi persoalan lingkungan di kemudian hari,” pungkasnya. (rln/*)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....