Serap Jagung Pipil Petani Lokal, tapi Minat Masih Rendah karena Harga
- 16 Sep 2026 14:55 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN - Selain menyalurkan bantuan pangan, Perum Bulog Divre Tarakan juga menjalankan program penyerapan jagung pipil dari petani lokal.
Penugasan dari pemerintah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pakan di wilayah.
Kepala Perum Bulog Divre Tarakan, Zamahsyari Afsolin menyebut saat ini Bulog Tarakan memiliki stok jagung pipil sebanyak 22 ton dari target serapan 400 ton.
Harga penyerapan di tingkat gudang Bulog ditetapkan Rp6.400/kilogram dengan syarat kadar air maksimal 11 persen.
“Untuk serapan jagung pipil ini kami bekerja sama dengan Polri. Jadi petani-petani binaan Polri yang mau memasukkan ke Bulog,” ujar Zamahsyari Afsolin, Senin (14/9/2026).
Jika melihat stok do gudang, Zamahsyari menilai serapan jagung pipil masih rendah. Ia menduga minat petani di Tarakan untuk menanam jagung pipil masih rendah. Faktor utama adalah harga jual di luar Bulog yang lebih tinggi, yakni Rp7.000 hingga Rp7.500/kilogram.
Selain itu, petani lebih memilih menanam jagung manis karena waktu panen lebih singkat, harga lebih tinggi dan prosesnya lebih praktis karena tidak perlu dijemur dan dipipil.
“Bisa jadi. Lebih praktis, lebih mahal juga harganya, lebih singkat waktu tanamnya. Karena jagung manis itu lebih hingga harganya perkilo. Kalau jagung pipil kan harus dirontokin dulu, dijemur, dikeringkan. Jadi prosesnya panjang, makanya minatnya kurang,” pungkasnya.
Bulog berharap ke depan minat petani untuk menanam jagung pipil dapat meningkat seiring dengan penguatan kelembagaan kelompok tani dan kepastian penyerapan. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....