Stok dan Data Ganda Jadi Kendala Penyaluran Bantuan Pangan Periode II

  • 15 Sep 2026 19:14 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN - Dalam proses penyaluran bantuan pangan periode II, Bulog Divre Tarakan menghadapi sejumlah kendala. Kendala utama yang disoroti adalah masalah stok dan data penerima belum sepenuhnya valid di lapangan.

Perum Bulog Divre Tarakan sendiri sudah menyalurkan bantuan pangan periode II sejak 28 Agustus dengan jumlah 30.267 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan menerima total 30 kilogram beras untuk periode Juli, Agustus dan September dengan rincian penyaluran 10 kilogram perbulan.

Kepala Perum Bulog Divre Tarakan, Zamahsyari Afsolin menjelaskan, karena bantuan yang disalurkan sekaligus untuk alokasi 3 bulan, maka pengiriman ke kelurahan harus dilakukan bertahap sambil menunggu tambahan pasokan dari daerah lain.

“Kendalanya memang stok, kan langsung 3 bulan alokasinya, jadi untuk penyaluran ke kelurahan itu beberapa kali dilakukan. Sambil kita nunggu stok dari daerah lain untuk menambahkan kebutuhan itu. Makanya agak lebih panjang untuk periode penyalurannya,” ujarnya, Senin (14/9/2026).

Selain stok, masalah data juga menjadi catatan. Sekitar 40 persen dari data penerima merupakan data pengganti. Penyebabnya antara lain penerima tidak ditemukan karena alamat RT dan RW 0, nama ganda, atau sudah pindah. Hal ini membuat petugas di lapangan kebingungan saat melakukan verifikasi.

Bulog juga menerima sejumlah laporan dari warga yang merasa keberatan karena tidak lagi masuk dalam daftar penerima. Perubahan ini terjadi karena pembaruan data desil dari Kementerian Sosial.

“Pasti ada, karena memang banyak juga laporan bahwa ini warga ini sebenarnya kok sebelumnya masuk desil 2 atau 3, sekarang masuk desil 6, tidak memperoleh. Tapi juga dijelaskan bahwa data ini memang kami peroleh dari Kemensos,” tegas Zamahsyari.

Ia mengimbau warga yang merasa datanya perlu diperbarui untuk melapor ke kelurahan masing-masing. Bulog menegaskan hanya bertugas menyalurkan sesuai data yang diberikan oleh Badan Pangan Nasional (BPN) yang bersumber dari Kemensos. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....