Capai 0,24 Persen, Inflasi Tarakan pada Agustus Tertinggi se-Kaltara
- 12 Sep 2026 11:21 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Setelah mengalami deflasi pada Juli 2026, Kota Tarakan kembali mencatatkan inflasi pada Agustus 2026. Kenaikan harga utamanya didorong kelompok makanan dan minuman.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar menjelaskan inflasi month to month (mtm) Kota Tarakan Agustus 2026 sebesar 0,24 persen.
“Pada Agustus 2026, Kota Tarakan mencatatkan inflasi setelah pada Juli 2026 Kota Tarakan mencatatkan deflasi," ujar Umar dalam keterangan resminya melalui WhatsApp (WA) grup, Sabtu (12/9/2026).
Ia menyebut kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,18 persen. Disusul Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing 0,03 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turut menyumbang inflasi 0,02 persen.
Sementara satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah transportasi dengan andil -0,02 persen.
Secara tahunan, inflasi year on year (yoy) Kota Tarakan pada Agustus 2026 tercatat 2,91 persen. Sedangkan inflasi year to date (ytd) berada di angka 1,53 persen.
“Mengacu besaran inflasi years on years dapat dimaknai, jika besaran inflasi di sisa bulan pada tahun 2026 setelah Agustus 2026 memiliki pola yang sama dengan tahun 2025, maka inflasi di Kota Tarakan sepanjang tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,91 persen,” jelas Umar.
Dari sisi komoditas, 10 komoditas dominan penyumbang inflasi bulan Agustus dipimpin Sawi Hijau dengan andil 0,0766 persen. Diikuti angkutan laut 0,06 persen, kangkung 0,0572 persen, cabai rawit 0,0379 persen, dan bayam 0,0312 persen.
Komoditas lain yang turut menekan inflasi yakni kacang panjang, emas perhiasan, nasi dengan lauk, bawang putih, dan beras.
Di sisi lain, komoditas penyumbang deflasi terbesar adalah tomat dengan andil -0,0831 persen. Disusul angkutan udara -0,0717 persen, bawang merah -0,0653 persen, bensin -0,0075 persen serta jeruk nipis/limau, jeruk, pare, Bahan bakar rumah tangga, ketela pohon, dan sabun cair/cuci piring.
Dibandingkan provinsi dan nasional, inflasi Tarakan Agustus 2026 lebih tinggi. Inflasi mtm Provinsi Kaltara tercatat 0,23 persen dan Nasional 0,21 persen.
Untuk inflasi yoy, Kaltara sebesar 2,17 persen dan Nasional 3,19 persen. Sementara y-to-d Kaltara 1,44 persen dan Nasional 1,86 persen. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....