DPRD Dorong Rute Ferry Tarakan–Balikpapan–Surabaya Segera Direalisasikan
- 11 Sep 2026 19:32 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Rencana pembukaan kapal ferry rute Tarakan–Balikpapan–Surabaya mendapat dukungan dari DPRD Kaltara.
Jalur ini dinilai bukan sekadar tambahan pilihan transportasi, tetapi kebutuhan nyata masyarakat Kaltara menjangkau Pulau Jawa.
Anggota DPRD Kaltara, Supa’ad Hadianto, menegaskan konektivitas laut harus diperkuat.
Terlebih, tidak seluruh masyarakat mampu mengandalkan transportasi udara yang relatif lebih mahal, sementara kebutuhan mobilitas penumpang dan distribusi barang terus berjalan.
“Rencana pembukaan rute ini cukup positif. Masyarakat memang membutuhkan alternatif transportasi menuju Pulau Jawa. Jangan sampai kebutuhan masyarakat hanya menjadi wacana tanpa ada realisasi,” tegas Supa’ad.
Menurutnya, keberadaan jalur ferry juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi.
Kapal tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi dapat menjadi sarana pergerakan barang dengan kapasitas lebih besar, sehingga membuka alternatif distribusi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Transportasi laut punya peranan penting bagi daerah seperti Kaltara. Ada masyarakat yang bepergian, ada kebutuhan membawa barang. Karena itu, keberadaan rute ini harus dilihat sebagai bagian dari penguatan konektivitas dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Supa’ad mengatakan, kebutuhan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Persoalan transportasi laut telah menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan resesnya di daerah pemilihan Tarakan.
Dalam pembahasan itu, pihak PT Pelni Cabang Tarakan dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) turut dilibatkan untuk melihat secara langsung kebutuhan serta peluang pengembangan transportasi laut dari Tarakan.
“Beberapa minggu lalu dalam reses, saya sudah membicarakan masalah transportasi ini dengan pihak Pelni dan KSOP. Aspirasi masyarakat cukup jelas, mereka membutuhkan pilihan perjalanan lain, khususnya menuju Pulau Jawa,” kata Supa’ad.
Ia menilai persoalan biaya menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Masyarakat membutuhkan moda transportasi yang mampu menyesuaikan kemampuan ekonomi. Terutama bagi mereka yang bepergian bersama barang atau dalam jumlah lebih banyak. “Tidak semua orang harus menggunakan pesawat. Ada masyarakat yang mempertimbangkan ongkos perjalanan sekaligus barang yang dibawa. Jadi, semakin banyak pilihan transportasi, semakin besar kesempatan masyarakat mendapatkan layanan yang sesuai dengan kemampuan mereka,” tuturnya.
Namun, Supa’ad mengingatkan, dukungan terhadap rencana tersebut harus diikuti persiapan yang serius. Jangan sampai rute dibuka tanpa kepastian jadwal, kesiapan armada, standar pelayanan, hingga jaminan keberlanjutan operasional.
Menurutnya, aspek tersebut harus disiapkan sejak awal agar masyarakat tidak kembali dihadapkan pada ketidakpastian layanan setelah rute resmi berjalan. “Rencana ini tentu membutuhkan persiapan. Jadwal, kapal, pelayanan penumpang dan keberlanjutan operasional harus dipastikan. Ketika sudah dibuka, masyarakat harus mendapatkan kepastian dan pelayanan yang jelas,” tegasnya.
Supa’ad berharap rute Tarakan–Balikpapan–Surabaya tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas. Pemerintah dan pihak terkait didorong segera menuntaskan seluruh persiapan sehingga kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi laut yang lebih terjangkau benar-benar terjawab.
“Harapannya segera direalisasikan setelah seluruh persiapan selesai. Kalau berjalan baik dan mendapat respons positif masyarakat, ini bisa menjadi pijakan untuk membuka serta memperkuat konektivitas laut Kaltara dengan daerah lainnya,” pungkas Supa’ad. (rln)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....