Pemkot Tarakan Siapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan
- 10 Sep 2026 20:07 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat menyikapi kekeringan dampak minimnya curah hujan lebih dari sebulan.
Pemkot Tarakan berencana menetapkan status siaga darurat bencana untuk menyikapi kondisi tersebut. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Abd Azis Hasan.
Dikatakannya, rencana itu menjadi salah satu rekomendasi hasil rapat bersama stakeholder terkait di Kantor BPBD Tarakan, Rabu (9/9/2026).
Azis Hasan menjelaskan rapat itu sendiri gelar untuk melakukan kajian cepat yang akan menjadi rekomendasi disampaikan kepada Wali Kota. Tarakan. Salah satu hasilnya adalah merekomendasikan untuk ditetapkan siaga darurat bencana.
Kesimpulan itu mempertimbangkan laporan Perumda Tirta Alam Tarakan, di mana Embung Binalatung yang menjadi sumber air baku utama sudah berada di bawah titik dasar dan tidak bisa lagi dipompa. Padahal embung tersebut melayani wilayah Kecamatan Tarakan Timur, sebagian Tarakan Barat dan Tarakan Tengah.
Tidak hanya Binalatung, kapasitas Instalasi Pengolahan Air atau IPA Binalatung yang mengambil dari Embung Indulung juga turun 50 persen dari normal. Kondisi serupa terjadi di IPA Persemaian dan IPA Kampung Bugis yang bersumber dari Embung Persemaian, Rawasari dan Bengawan.
"Untuk IPA Binalatung yang sumber airnya dari Embung Binalatung kemudian dari Embung Indulung, kapasitasnya saat ini cuma sekitar 50 persen. IPA Kampung Bugis dan IPA Persemaian ini juga turun sekitar 50 persen dari normal." ujar Azis Hasan, Kamis (10/9/2026).
Kondisi diperparah dengan prakiraan cuaca dari BMKG. Dalam 10 hari ke depan, potensi hari tanpa hujan mencapai 7 hari, kalaupun hujan intensitasnya hanya rendah hingga sedang.
Atas dasar itu, rapat merekomendasikan penetapan status darurat bencana kepada Wali Kota dan menyusun rencana kontingensi jika krisis air bersih benar-benar terjadi.
"Kemarin itu salah satu pesan rapat kita, kita rekomendasikan untuk ditetapkan status siaga darurat. Makanya nanti kita tunggu Pak Wali, nanti kita kasih rekomendasi, bahwa Pak ini situasinya seperti ini, perlu mungkin ditetapkan status darurat bencana," jelas pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan ini.
Selain itu, rapat juga sudah menyiapkan langkah antisipasi apabila jadi terjadi krisis air. Di antaranya melakukan pembagian air di sejumlah titik.
Karena itu, lurah di empat kecamatan diminta mulai menginventarisir titik-titik untuk dropping air bersih jika sewaktu-waktu krisis terjadi.
Terkait teknis pembagian, Azis menyebut akan diputuskan dalam rapat koordinasi yang melibatkan Forkopimda dan organisasi perangkat daerah terkait. Namun pada kondisi darurat, dropping air biasanya digratiskan. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....