Kabut Asap Ganggu Pertumbuhan Awan Hujan di Kaltara

  • 08 Sep 2026 09:54 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan, turut mengganggu pertumbuhan awan hujan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurut Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, minimnya hujan di Tarakan juga dipengaruhi oleh keberadaan kabut asap. Asap mengganggu proses pertumbuhan bibit awan yang berasal dari uap air laut.

"Jadi untuk bibit awan untuk saat ini ada. Namun volumenya tidak cukup untuk mencapai level jenuh hingga menjadi awan hujan. Keberadaan asap ini juga berpengaruh terhadap proses pertumbuhan bibit awan. Secara normal jika tidak ada asap proses pertumbuhan awan ini lebih lancar," jelas Sulam Khilmi, Senin (8/9/2026).

Ia menambahkan sebagian besar asap yang menyelimuti Kaltara merupakan kiriman dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Kondisi ini berkaitan dengan hotspot yang muncul akibat tidak adanya hujan.

"Karena tidak ada hujan muncullah hotspot. Karena hotspot kemudian banyak asap. Asap juga mempengaruhi pertumbuhan awan. Jadi menjadi sebuah siklus yang sulit diputus sementara ini," ungkap Sulam Khilmi.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kualitas udara dan terus memantau informasi cuaca terbaru. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....