Perekonomian Kaltara Triwulan II Masih Tumbuh 4,96 Persen
- 03 Sep 2026 18:37 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara) pada triwulan II 2026 tercatat melambat dibandingkan triwulan sebelumnya, namun masih berada di zona positif 4,96 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Agus Taufik, mengatakan perlambatan tersebut tidak mengurangi optimisme karena ditopang kuat oleh sektor hilirisasi dan investasi di kawasan industri.
Seperti diketahui, Kaltara memiliki Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning dan Mangkupadi, Kabupaten Bulungan. Kehadiran industri raksasa itu mampu menciptakan Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan yang tumbuh 28,06% (yoy) sejalan dengan peningkatan hasil produksi kayu serta penjualan komoditas baru yaitu aluminium dari tenant di Kalimantan.
"Triwulan II 2026, kita memiliki pertumbuhan sedikit melambat dibandingkan triwulan sebelumnya di angka 4,96 persen. Namun, kita ada sektor-sektor penggerak terutama di sektor yang keunggulannya luar biasa 28,6 persen," ujar Agus Taufik di Tarakan, Senin (31/8/2026).
Agus menyebut salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan adalah masuknya investasi di sektor hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium di Kaltara. Nilai tambah yang dihasilkan dari rantai industri tersebut disebut mencapai hingga 15 kali lipat.
"Mungkin investasi hilirisasi di KIPI itu memberikan investasi luar biasa karena dari bauksit, kemudian dari alumina, dan kemudian dari aluminium itu memberikan nilai tambah yang luar biasa, sampai 15 kali lebih dan itu berkontribusi terhadap pertumbuhan," jelasnya.
Menurutnya, industrialisasi sumber daya alam menjadi kunci transformasi ekonomi Kaltara ke depan. Dengan kekayaan alam yang dimiliki, khususnya sektor pertambangan dan sumber daya alam lainnya, BI mendorong agar proses hilirisasi terus diperluas di wilayah Kalimantan Utara.
"Intinya apa? Investasi itu memberikan peranan yang sangat besar bagi perekonomian di Kalimantan Utara. Kita tentunya mendorong agar industrialisasi-nya juga terjadi di Kalimantan karena tadi nilai tambahnya luar biasa, dari 1 komoditi saja tadi aluminium ternyata bisa menciptakan nilai tambah sebesar 15 kali," pungkas Agus Taufik.
BI Kaltara juga menyatakan akan terus menjaga stabilitas moneter dan mendorong sistem pembayaran digital agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembiayaan yang lebih seimbang. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....