Kabut Asap di Tarakan, Maskapai Alihkan Rute ke Balikpapan
- 02 Sep 2026 10:20 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan – Buruknya jarak pandang akibat kabut asap di Kota Tarakan membuat sejumlah armada pesawat komersial gagal mendarat di Bandara Juwata dan harus melakukan pengalihan mendarat (divert) ke bandara lain.
Kepala Bidang Teknik dan Operasi Bandara Juwata Tarakan, Fahruddin Rahmat, membeberkan rincian gangguan jadwal terbang tersebut saat diwawancarai dalam program Halo RRI di Programa 1 RRI Tarakan, Rabu (2/9/2026).
Fahruddin menyebutkan bahwa pada Senin (31/8/2026), terdapat dua penerbangan komersial dari maskapai Super Air Jet dan Batik Air yang terdampak langsung oleh penurunan jarak pandang di area bandara.
Kondisi serupa berlanjut pada Selasa (1/9/2026), di mana penerbangan Batik Air yang dijadwalkan mendarat di Tarakan tidak dapat melakukan pendaratan karena jarak pandang menyusut hingga 500 meter pada sore hari.
"Akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, penerbangan Batik Air tersebut terpaksa melakukan divert ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, untuk menunggu situasi cuaca membaik." Ungkap Fahruddin Rahmat.
Setelah menantikan jarak pandang kembali aman di Balikpapan, pesawat akhirnya dapat melanjutkan penerbangan ke Tarakan dan mendarat dengan selamat pada malam hari sekitar pukul 20.30 WITA.
Dampak keterlambatan dan pembatalan sejumlah penerbangan ini menyebabkan terjadinya penumpukan calon penumpang di area terminal Bandara Juwata Tarakan dalam beberapa hari terakhir.
"Guna mengantisipasi kerugian operasional dan ketidakpastian cuaca, beberapa maskapai memilih menggabungkan penerbangan dari beberapa jadwal yang ada menjadi satu flight operasional." Jelasnya.
Fahruddin menegaskan bahwa fenomena alam ini tidak dapat dikendalikan, sehingga keselamatan penumpang dan penerbangan tetap menjadi prioritas utama pihak otoritas bandara dan maskapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....