ISPU Tembus 101, Kualitas Udara Tarakan Tidak Sehat

  • 01 Sep 2026 16:48 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan — Kualitas udara di Tarakan mengalami penurunan cukup signifikan dan masuk dalam kategori tidak sehat akibat kabut asap dampak kebakaran hutan maupun lahan.

Berdasarkan pemantauan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan di Pamusian, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) mencatatkan angka 101 pada Selasa (1/9/2026) pukul 12.00 WITA.

Kondisi tersebut melonjak dibanding hari sebelumnya, Senin (31/8/2026) pukul 18.00 WITA, yang masih berada pada angka 85 dengan status sedang.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Chaizir Zein menjelaskan, rentang ISPU 101–200 secara teknis tergolong tidak sehat dan berisiko merugikan kesehatan manusia, hewan, hingga tanaman. "Partikulat PM2,5 menjadi parameter kritis utama dengan nilai 101," ujarnya.

Sementara itu, parameter pemantauan lainnya mencatat PM10 sebesar 84, nitrogen dioksida (NO₂) 13, hidrokarbon (HC) 5, karbon monoksida (CO) 3, sulfur dioksida (SO₂) 1, dan ozon (O₃) 21.

Data meteorologi saat pengukuran menunjukkan suhu udara berada di angka 31 derajat Celsius, kelembapan 71,57 persen, serta tekanan udara 1.009 mBar.

Menyikapi peningkatan pencemaran udara ini, DLH Tarakan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan masker jika harus bertolak ke luar.

Warga juga diminta aktif menjaga kualitas udara dengan tidak membakar sampah sembarangan, mengurangi emisi kendaraan, serta gencar memelihara pepohonan.

Masyarakat Kota Tarakan juga disarankan memantau perkembangan mutu udara secara berkala melalui aplikasi resmi ISPU Net. (Rajab)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....