Dampak Kabut, Jarak Pandang di Tarakan Sempat hanya 1 Kilometer
- 01 Sep 2026 09:00 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla)di Kalimantan semakin memperpendek jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara).
Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan, mencatat, pada Minggu (30/8/2026), jarak pandang di seluruh wilayah Tarakan sempat menyusut drastis hingga tersisa 1.000 meter atau 1 km.
Hal ini berdampak langsung pada navigasi transportasi laut maupun udara.
"Kemarin itu jarak pandang terendah yang kita alami di Tarakan sempat seribu meter ya, atau hanya satu kilometer. Kalau di laut, satu kilo ini sangat pendek, tentu berpengaruh terhadap navigasi. BMKG mencatat data jarak pandang ini setiap setengah jam." ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebaran asap yang menyelimuti Pulau Tarakan merupakan kombinasi dari asap kiriman provinsi tetangga dan hasil karhutla lokal.
Di Kaltara sendiri, wilayah Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, menjadi penyumbang titik panas terbanyak saat ini.
Meskipun pada hari Senin pagi ini jarak pandang di Tarakan membaik ke angka 5 km dan tergolong aman untuk penerbangan, BMKG mengingatkan bahwa konsentrasi asap dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti arah angin dari selatan ke utara.
BMKG mengimbau para nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta rutin memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan kualitas udara dari Kementerian Lingkungan Hidup. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....