Asap Karhutla Kepung Kaltara, Kualitas Udara Menurun
- 31 Agt 2026 20:14 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai mengancam kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Kondisi ini mendorong Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh paparan asap, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Kepala Dishut Kaltara, Nur Laila, menegaskan masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Paparan asap Karhutla yang terus berlangsung berisiko mengganggu kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan. “Kalau kualitas udara sedang tidak sehat, sebaiknya batasi aktivitas di luar rumah,” tegasnya, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah wajib meningkatkan perlindungan diri. Penggunaan masker yang tertutup rapat dan sesuai standar menjadi salah satu langkah penting menekan paparan partikel berbahaya dari asap.
Nur Laila juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan dan warga yang kondisi kesehatannya sedang menurun. Mereka diminta tidak melakukan aktivitas fisik berat di ruang terbuka karena dapat memperbesar risiko gangguan pernapasan.
“Kalau kondisi badan kurang sehat, jangan memaksakan diri beraktivitas berat di luar. Ini untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat asap,” ujarnya.
Ia menegaskan, paparan asap secara langsung tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. Ketika tubuh dalam kondisi tidak prima, paparan polusi udara dapat semakin memperbesar risiko munculnya gangguan pada saluran pernapasan.
Selain membatasi paparan asap, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Perilaku hidup bersih dan sehat juga harus diperketat, termasuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas di luar rumah.
Dishut Kaltara turut mengingatkan masyarakat agar tidak menunda mendapatkan pertolongan medis apabila mengalami gejala serius. Sesak napas berat, nyeri dada, hingga penurunan kesadaran merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.
Di tengah ancaman asap yang terus membayangi, pemerintah daerah melalui Dishut Kaltara memastikan koordinasi penanganan Karhutla di lapangan terus dilakukan. Namun, masyarakat juga diminta tidak pasif dan mengambil langkah perlindungan secara mandiri.
Nur Laila menekankan, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas selama kualitas udara belum kembali normal.
“Yang paling penting sekarang adalah menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap selama kondisi udara belum membaik,” pungkasnya. (rln/*)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....