Pencegahan Dini Karhutla di Tarakan Dinilai Lemah

  • 31 Agt 2026 10:37 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali melanda wilayah Kota Tarakan saat fenomena El Niño dinilai sebagai dampak lemahnya langkah pencegahan dini. Bencana yang terjadi hampir setiap tahun ini pun kembali memicu keprihatinan banyak pihak.

Fenomena cuaca ekstrem El Niño yang menyebabkan masa kering memanjang diperparah oleh kebiasaan masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar. Area semak belukar dan lahan terdegradasi menjadi titik yang paling rawan tersulut api.

Pemerhati Lingkungan Hidup Tarakan, Subono Samsudi, menegaskan bahwa pola kejadian ini selalu berulang, mitigasi seharusnya dapat dilakukan jauh hari sebelum memasuki musim kemarau. Kurangnya sosialisasi dan pengawasan intensif dinilai membuat daerah kembali kecolongan, hingga api merembet dan membakar singkapan batu bara di jalur menuju Pantai Amal.

"Jadi mestinya memang kita sudah tahu polanya itu, ya kan? Pola kejadiannya sudah tahu. Jadi pencegahannya mestinya juga bisa dilakukan dengan lebih dini. Artinya sebelum masuk ke masa kering atau ketika sudah masuk ke masa kering itu perlu ada sosialisasi intensif, kemudian juga pengawasan. Nah, ini kelihatannya kita kecolongan di situ," ujarnya.

Subono menegaskan bahwa dampak Karhutla kali ini kian berisiko karena turut membakar lapisan batu bara tersingkap yang memicu munculnya api laten di bawah tanah.

Ke depan, Pemerintah Kota Tarakan didesak untuk segera melakukan pemetaan serta deteksi dini pada area-area yang memiliki kandungan batu bara, agar langkah pemadaman dan pencegahan tidak lagi terlambat di kemudian hari. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....