Gubernur Ajak KKBM Paraikatte Perkuat Persaudaraan dan Dukung Pembangunan Kalta

  • 31 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tanjung Selor – Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persaudaraan sekaligus memperkuat pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan kepada Kerukunan Keluarga Besar Makassar (KKBM) Paraikatte Kaltara agar tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi, tetapi mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Zainal saat menghadiri Pelantikan Pengurus KKBM Paraikatte Kaltara Periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (29/8/2026) malam.

Pelantikan kepengurusan baru di bawah Ketua H. Najamuddin, S.E., diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus memperluas peran KKBM dalam pembangunan Kaltara.

“Selamat dan sukses kepada Bapak H. Najamuddin beserta seluruh pengurus yang baru dilantik. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Saya berharap KKBM Paraikatte semakin maju dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Zainal.

“Pelantikan ini jangan hanya dimaknai sebagai pergantian atau pengukuhan pengurus. Lebih dari itu, ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur dan menjadikannya sebagai kekuatan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Zainal menekankan, masyarakat Makassar memiliki nilai yang kuat dalam membangun kehidupan sosial, yakni Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi.

Nilai tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diterapkan, terutama di tengah masyarakat Kaltara yang majemuk.

“Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi berarti saling menghargai, saling mengingatkan, dan saling memuliakan. Nilai ini jangan hanya menjadi slogan, tetapi harus benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, persaudaraan akan semakin kuat dan kebersamaan tetap terjaga,” kata Zainal.

Gubernur juga mendorong KKBM Paraikatte menjadi organisasi yang terbuka dan mampu membangun komunikasi konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat maupun pemerintah.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan sosial sekaligus menjadi jembatan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat.

“KKBM harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya. Jangan hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu membangun kebersamaan, menjaga komunikasi dan ikut menyelesaikan persoalan-persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat,” tegasnya.

Zainal meminta seluruh pengurus dan anggota KKBM Paraikatte tidak mengambil posisi sebagai penonton dalam proses pembangunan.

Ia mengajak organisasi tersebut mengambil bagian secara aktif sesuai kemampuan, profesi dan bidang masing-masing.

“Pembangunan Kaltara bukan hanya tugas pemerintah. Semua memiliki tanggung jawab untuk mengambil bagian. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota KKBM memberikan kontribusi terbaik sesuai kapasitas masing-masing. Sekecil apa pun kontribusinya, jika dilakukan bersama, dampaknya akan besar bagi daerah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberagaman suku, agama dan latar belakang bukan alasan untuk membangun sekat-sekat sosial. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.

“Jangan pernah kita membangun sekat karena perbedaan suku, agama maupun kelompok. Kaltara ini milik kita bersama. Kalau bukan karena kebersamaan, kita tidak akan menjadi kuat. Kalau bukan karena persatuan, kita tidak akan pernah menjadi hebat,” tegas Zainal.

“Karena itu, mari kita jaga persaudaraan, perkuat persatuan dan bersama-sama membangun Kaltara. KKBM Paraikatte harus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang ikut menjaga daerah ini tetap aman, rukun dan terus bergerak maju,” sambungnya menutup. (rln/*)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....