Tampung Hujan dan Mesin Portable, Jadi Solusi Cepat Atasi Karhutla

  • 30 Agt 2026 18:22 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, TARAKAN – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan membutuhkan penanganan yang cepat dan efisien. Kondisi medan hutan yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat kerap menjadi kendala utama petugas saat melakukan pemadaman di lapangan.

Menanggapi tantangan tersebut, pembuatan tandon air swadaya dan wacana penambahan mesin pemadam portable menjadi langkah strategis mempercepat penanggulangan karhutla di wilayah kepulauan ini.

Dalam dialog Kentongan Pro1 RRI Tarakan bertajuk Pengendalian Karhutla di Tarakan, Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menjelaskan bahwa guna mengatasi krisis air baku di tengah hutan, muncul gagasan inovatif berupa pembuatan kolam retensi atau tandon penampung air hujan secara swadaya.

Program ini memicu kolaborasi erat antara masyarakat setempat dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebagai bentuk mitigasi mandiri.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan KPH, tokoh masyarakat setempat menekankan krusialnya ketersediaan cadangan air pasokan pemadam di area rawan. "Tandon air mandiri ini penting sekali untuk cadangan air darurat saat kemarau panjang. Ketika titik api muncul di tengah hutan, petugas dan relawan tidak perlu lagi kesulitan mencari sumber air baku untuk pemadaman awal," ungkapnya.

Selain ketersediaan air baku, optimalisasi pemadaman darat juga membutuhkan dukungan sarana pendukung yang memadai. Pemerintah pusat diharapkan dapat membantu merealisasikan pengadaan mesin pemadam portable.

Mesin berukuran ringkas ini dinilai jauh lebih efektif untuk menjangkau area pedalaman tanpa harus merusak ekosistem hutan lindung. Kombinasi antara tandon penampung air hujan dan kelengkapan mesin pemadam portable diharapkan dapat menekan potensi kerusakan hutan akibat karhutla di Tarakan secara signifikan. (setya)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....