Batu Bara di Pantai Amal Lama Dikeruk hingga Kedalaman 2 Meter
- 28 Agt 2026 21:24 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengambil langkah tegas untuk menangani rekahan api dan bahaya terbakar batu bara di kawasan Jalan Pantai Amal Lama, tepatnya di depan Gedung FKIP Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Tarakan, telah dilakukan pememotongan (crossing) badan jalan guna memutus potensi rambatan panas agar tidak meluas ke sisi jalan lainnya.
Kepala DPUTR Tarakan, Fandariansyah, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan sudah berlangsung sejak kemarin. Pembongkaran badan jalan terpaksa dilakukan karena batu bara yang menyala tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga berpotensi masuk ke dalam tanah.
"Jalan itu sudah kami crossing, kami potong, sehingga kendaraan tidak bisa lagi berlalu lalang di titik tersebut. Teknisnya kami mengupas badan jalan sampai ketemu batubara. Kami harus memutus jalur panas ini agar kebakaran batubara tidak merambat ke sisi seberang jalan yang juga memiliki kandungan batubara," ujar Fandariansyah, Jumat (28/8/2026).
Ia menjelaskan, dimensi pengupasan badan jalan di lokasi kejadian diperkirakan mencapai kedalaman 2 meter, lebar 8 meter, dan panjang sekitar 20 meter.
Sementara itu, batubara permukaan yang telah dikupas dialokasikan sementara di area sekitar pemutaran lokasi tersebut.
Sebelum melakukan penutupan total dan pemotongan jalan utama, DPUTR Tarakan telah menyiapkan jalur alternatif bagi masyarakat sekitar yang ingin menuju ke arah Pantai Amal. Jalur alternatif memanfaatkan jalan eks TMMD sepanjang 1 kilometer dengan lebar 8–10 meter.
"Sebelum jalan utama dipotong, kami sudah melakukan clearing pada jalan alternatif eks TMMD tersebut. Walau belum sampai tahap pengaspalan, kondisinya sudah rata, memadai, dan siap dilewati kendaraan," beber Fandariansyah.
Terkait target waktu penyelesaian, Fandariansyah mengaku belum dapat memastikan lantaran penanganan batu bara yang terbakar di bawah permukaan tanah membutuhkan analisis teknis secara mendalam. Untuk itu, pengerjaan penanganan api ini dilakukan secara kolaboratif lintas instansi.
"Kalau batubara di permukaan jalan insya Allah bisa kami rampungkan secepatnya menggunakan alat berat ekskavator. Namun, untuk batubara yang masuk jauh ke dalam tanah, kita berkolaborasi dengan Pertamina, Medco, Sucofindo, dan BPBD. Tim gabungan ini yang nantinya akan memantau dan memastikan penghentian titik api di dalam bumi," pungkas Fandariansyah. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....