Harga Masih Terkendali, Pembeli di Pasar Gusher Menurun
- 28 Agt 2026 20:59 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau pergerakan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Gusher, Tarakan, Jumat (28/8/2026).
Ketua TPID yang juga Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., memimpin langsung pemantauan tersebut menyampaikan bahwa komoditas pangan utama di pasar tradisional tersebut cenderung stabil.
Pemantauan ini dilakukan guna merespons laporan awal masyarakat mengenai potensi lonjakan harga akibat dampak kekeringan yang terjadi di Tarakan sebulan terakhir.
"Sidak hari ini kita lakukan untuk memastikan informasi terkait kenaikan harga akibat kemarau. Namun dari hasil pemantauan di lapangan, harga komoditas relatif stabil dan tidak ada lonjakan signifikan dibandingkan sebelumnya," ujar Khairul di sela-sela peninjauan.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan ini membeberkan sejumlah komoditas yang sempat dikabarkan naik kini mulai melandai. Seperti beras, minyak goreng hingga cabai rawit.
Namun fakta di lapangan menemukan harga justru turun. Seperti cabai rawit yang sebelumnya menyentuh Rp100 ribu perkilogram, kini turun ke kisaran Rp80 ribu perkilogram. Bahkan, pasokan cabai dari Sulawesi dijual sekitar Rp70 ribu perkilogram.
Demikian juga daging ayam terpantau stabil di harga Rp43 ribu perkilogram untuk kondisi bersih dan Rp39 ribu perkilogram untuk kondisi kotor.
Sayur bayam juga dijual Rp5 ribu untuk ikatan kecil dan Rp8.000 untuk ikatan besar, tergolong normal untuk transaksi harian.
Selain itu, Khairul juga memastikan stok kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng dan lain-lain tercukupi dan pergerakan harga masih dalam batas wajar.
Justru, tantangan utama yang dihadapi para pedagang di Pasar Gusher saat ini adalah menurunnya jumlah pembeli.
Kondisi tersebut disinyalir terjadi akibat maraknya pedagang keliling, menjamurnya pasar dadakan, serta banyaknya usaha dagang berskala rumah tangga di lingkungan pemukiman warga.
Pemerintah Kota Tarakan bersama TPID akan terus berkoordinasi guna menjaga keseimbangan pasokan, mengawal kelancaran distribusi, serta mengantisipasi dinamika pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....