OJK Kaltim Kaltara Dorong Literasi Keuangan, Harus Sejalan dengan Inklusi
- 27 Agt 2026 17:07 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN : Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) Misran Pasaribu menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan masyarakat agar sejalan dengan tingkat inklusi keuangan.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung di SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, peringatan Hari Indonesia Menabung setiap 20 Agustus merupakan momentum nasional untuk mendorong masyarakat aktif menabung di lembaga jasa keuangan formal. Sekaligus implementasi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Kota Tarakan.
“Hari Indonesia Menabung juga menjadi upaya peningkatan inklusi keuangan. Bagian dari asta cita pemerintah Republik Indonesia mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Misran Pasaribu.
Berdasarkan data TURPE, indeks inklusi keuangan nasional 93,61 persen dan literasi 69,57 persen. Sementara di Kalimantan Utara, inklusi lebih tinggi 94,10 persen, namun literasi justru lebih rendah 65,25 persen.
“Dari data tersebut ditemukan adanya gap atau kesenjangan antara tingkat literasi dan tingkat inklusi keuangan. Idealnya berjalan seiring. Karena kalau kita hanya menggunakan layanan keuangan tanpa memahami manfaatnya dan risikonya, itu juga tidak baik bagi kita,” jelas Misran.
Ia menyebut menabung bukan hanya menyimpan uang, tetapi juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab dan perencanaan masa depan.
OJK bersama Pemkot Tarakan dan Bankaltimtara juga memperkuat peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan 4 program kerja 2026. Yakni KEJAR, Agen Laku Pandai, KPMR Kredit Tarakan Hibot, dan Business Matching UMKM.
Kepala OJK mengapresiasi BPD Kaltimtara yang menerima KEJAR Award 2026 sebagai BPD terbaik dalam implementasi program tersebut. (Rajab)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....