Membiasakan Menabung sejak Dini Penting untuk Pembentukan Karakter Anak
- 26 Agt 2026 17:30 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, Tarakan — Kebiasaan menabung sejak dini tidak sekadar mengajarkan anak-anak mengelola keuangan, melainkan menjadi fondasi utama dalam membangun karakter disiplin, hemat, serta bijak dalam merencanakan masa depan.
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., saat menghadiri Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) yang dipusatkan di SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul menggarisbawahi pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam mengarahkan budaya menabung bagi para pelajar.
Menurutnya, pembentukan karakter anak berlangsung optimal hingga usia 14 tahun. Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan harus dimulai dari hal-hal kecil.
"Belajar menabung ini tidak harus dalam nominal besar. Lebih penting adalah konsistensi dan frekuensinya, walaupun hanya seribu rupiah sehari. Gerakan One Student One Account (satu pelajar satu tabungan) ini dasarnya bukan melihat seberapa besar uang yang ditabung, melainkan membiasakan hidup berhemat dan punya perhitungan sejak dini," ujar Khairul.
Ia juga mengapresiasi capaian gerakan menabung di Bumi Paguntaka yang berhasil mengumpulkan sekitar 25 ribu akun tabungan pelajar di BanKaltimtara dengan total nilai mencapai Rp35,8 miliar.
Khairul menyebut angka tersebut sebagai bukti nyata bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif mampu memberikan dampak finansial yang signifikan.
Lebih lanjut, Khairul mendorong pihak sekolah, instansi pemerintah, maupun swasta untuk mengubah pola pemberian apresiasi atau hadiah lomba anak-anak dari uang tunai menjadi bentuk rekening tabungan.
"Kalau memberikan hadiah untuk anak-anak, sebaiknya dialihkan dalam bentuk tabungan, bukan tunai. Ini salah satu cara mendidik. Menabung di bank itu seperti 'bubu' (alat penangkap ikan tradisional) masuknya mudah, keluarnya sulit karena ada regulasi. Ini mengajarkan anak untuk tidak konsumtif," tuturnya diselingi nada berseloroh.
Khairul juga menginstruksikan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kota Tarakan, serta seluruh kepala sekolah hingga pengelola Sekolah Rakyat untuk bersinergi menyukseskan gerakan Kejar (Satu Rekening Satu Pelajar).
Pemkot Tarakan berkomitmen terus mendukung program literasi keuangan ini agar generasi muda Tarakan terhindar dari risiko penipuan finansial atau investasi bodong di masa depan. (Rajab)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....